Mewujudkan Komunitas Masyarakat Parapat Peduli Kebersihan Kamis, 05 Desember 2019

Image © ISS Indonesia.

Menciptakan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, bukanlah hal mudah. Namun begitu, hal ini bukan berarti mustahil untuk diwujudkan. Di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kota Parapat, Kabupaten Simalungun, pemerintah daerah setempat tengah menggalakkan upaya mewujudkan komunitas masyarakat Parapat yang peduli dengan kebersihan lingkungan di daerah wisata kawasan Danau Toba ini. Sejak menjelang perayaan Idul Fitri di bulan Mei lalu, aksi bersih secara massal telah mulai dilakukan. Berlokasi di sekitar Pantai Bebas Parapat, kegiatan gotong-royong ini melibatkan sekitar 300 orang dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk diantaranya yaitu warga setempat, bersama perangkat Pemerintah Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, beserta petugas kebersihan dari ISS Indonesia.

Kemudian pada 28 Juni, Pemerintah Kabupaten Simalungun menyambut aksi bersih ini dengan menyoroti pembersihan eceng gondok yang tumbuh subur di sepanjang Dermaga Tigaraja sampai ke Kompleks Pesanggrahan Bung Karno, tepian Danau Toba, dan diawasi langsung oleh Bupati Simalungun JR Saragih. Selain aksi bersih bergotong-royong, masyarakat juga kian menerima edukasi dan pembinaan dalam meningkatkan kesadaran mereka untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah Kabupaten Simalungun pun telah mengalokasikan anggaran kebersihan lingkungan, salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan ISS Indonesia. Dari kerja sama ini, Pemkab Simalungun mengharapkan masyarakat setempat maupun pengunjung kawasan Danau Toba akan semakin terbiasa dengan lingkungan yang bersih, sehingga nantinya menumbuhkan tanggung jawab moril setiap individu untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Dalam mendukung upaya mewujudkan komunitas masyarakat Parapat yang peduli dengan kebersihan lingkungan, kolaborasi antara ISS Indonesia dengan masyarakat setempat juga diharapkan dapat terus dilakukan.

“Dengan adanya ISS (Indonesia) di sini, bekerja tanpa diatur (tanpa disuruh), masyarakat menjadi malu. Kenapa saya bilang malu? Pasti mereka merasa ‘Ah, masa di depan rumah saya, orang (lain) yang nyapu.’ Jadi ini timbul suatu kesadaran di tengah masyarakat dan itu yang saya suka. Sehingga ISS (Indonesia) bisa berkolaborasi dengan masyarakat yang ada di sekitar Danau Toba, saling gotong-royong, masyarakatnya sekarang jadi makin sadar, dia buang sampah nggak sembarangan,” ungkap JR Saragih.

Dalam kurun waktu lima bulan ISS Indonesia hadir di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, tepatnya pada pertengahan Maret silam, transformasi yang signifikan telah mengubah kawasan yang dulunya ramai menjadi persinggahan wisata Danau Toba ini menjadi lebih baik. Tidak sebatas pada kebersihan lingkungannya saja, 63 manpower ISS Indonesia Area Dinas Lingkungan Hidup Simalungun (DLHS) Parapat kini bahkan telah mampu meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku sejumlah anggota masyarakat untuk lebih peduli dengan sampah yang mereka hasilkan sendiri.Supervisor ISS Indonesia Area DLHS Parapat, Frince Rajagukguk mengakui bahwa hal ini besar dipengaruhi oleh semangat dan keikhlasan para frontliner dalam memberikan menjalani konsep “Service With A Human Touch” atau SWAHT. Tim ISS Indonesia juga berusaha aktif dan inisiatif dalam mengkomunikasikan perkembangan maupun kendala di lapangan kepada Sekretaris Kecamatan.

“Kami sabar saja dalam bekerja, kita kasih contoh. Kita juga kan punya 5S ya, tidak lupa selalu terapkan itu: Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. Jadi mereka (warga setempat) juga welcome. Memang agak sulit untuk bisa ngajak semua orang di sini supaya mau buang sampah pada tempatnya. Nanti kami kumpulkan itu di TPS (Tempat Pembuangan Sementara). Tapi saya yakin, lama-kelamaan nanti mereka akan terbiasa, karena menanamkan kebersihan kan harus dimulai dari diri sendiri,” jelasnya.

Dari Girsang Sipangan Bolon, upaya Pemda Simalungun dalam mewujudkan komunitas masyarakat Parapat yang peduli dengan kebersihan diharapkan juga agar dapat menular dan menjadi contoh bagi Pemda lain. Dari Destinasi Super Prioritas di Danau Toba, hingga mencapai kawasan wisata lain di pelosok Nusantara. Dari membangun kesadaran masyarakat, hingga membudayakan masyarakat peduli lingkungan yang bersih. Kemerdekaan berpikir masyarakat untuk berperilaku peduli kebersihan lingkungan, selayaknya dapat tercipta dan selalu terjaga. 


0 Komentar

Kamis, 05 Desember 2019
00:00 WIB

Daftar Sekarang

Upcoming Event

Favorite Pembaca
Artikel Terkait