Ikhlas dan Jujur, Apapun Tantangannya Sabtu, 09 Mei 2020

Ikhlas dan Jujur, Apapun Tantangannya Image © ISS Indonesia.

Memiliki sifat ikhlas dan berperilaku jujur mungkin terdengarnya sederhana, tapi belum tentu mudah untuk dijalani. Ikhlas biasanya diartikan dengan tanpa mengharapkan imbalan. Sementara jujur adalah kesesuaian antara kata hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan. Bagi Teguh Abdullah, keikhlasan dan kejujuran tak hanya menjadi prinsip hidupnya, melainkan juga pesan orang tua yang selalu ia pegang.

Teguh mengawali karirnya di ISS Indonesia sejak tahun 2008 sebagai petugas cleaning service. Ia masih ingat dengan pengalamannya dulu, ketika masih mengikuti kelas pendidikan dan pelatihan atau yang dikenal dengan New Comers Class (NCC). Kala itu, masalah ekonomi keluarga mengharuskannya untuk berjalan kaki dari stasiun terdekat menuju tempat NCC, dan sebaliknya ketika akan pulang ke rumah. Namun keikhlasan dan semangatnya yang besar, tak menyurutkan Teguh untuk terus mengikuti dan menyelesaikan kelas NCC.

Tanpa ada rasa malu dengan profesi yang dijalaninya, pria kelahiran Jakarta, 32 silam ini pun tidak sekadar bekerja untuk mencari nafkah, namun juga belajar menjadi seorang pemimpin yang baik dan patut menjadi contoh bagi timnya.

Di mata rekan-rekan satu timnya, sosok Teguh sebagai Supervisor Indosiar kini dikenal sebagai pemimpin yang lembut dan bersahaja. Ia memahami bahwa memimpin tidak harus dengan bahasa dan ucapan yang kasar saat tim di areanya melakukan kesalahan.

“Menjadi seorang pengawas harus bisa meredam emosi dan lebih santun dengan etika yang baik kepada tim, agar lebih membuat keadaan tim tetap nyaman kepada mereka saat memberikan pelayanan sesuai arahan dan standar operasional kerja kepada klien dan customer,” tutur Teguh.

Bekerja dengan jujur, santun, penuh semangat dan ikhlas pun selalu Teguh tularkan kepada rekan-rekannya di area saat memberikan pelayanan kepada klien. Apapun tantangannya, Teguh berharap agar ia dan timnya dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada klien di Indosiar. Teguh pun sangat bersyukur, masa pandemi COVID-19 belakangan ini tidaklah berdampak signifikan bagi ia dan rekan-rekan di area kerjanya. Ia juga selalu berpesan kepada timnya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sebagai bentuk syukur dari pekerjaan mereka di tengah pandemi kini.

Selama lebih dari 11 tahun lamanya memberikan pelayanan di dunia jasa dan manajemen fasilitas, segala kebaikan yang didapatkan Teguh juga dirasakan dan semakin dimengerti oleh perempuan yang kini menjadi istrinya. Istri Teguh semakin sadar bahwa pekerjaan suaminya tidak hanya pekerjaan bersih-bersih, namun juga bertanggung jawab untuk menjaga kepuasan klien sekaligus menjadi support system bagi timnya. Istrinya pun semakin bangga dengan profesi sang suami, karena apresiasi yang diberikan oleh perusahaan atas prestasi kinerja suaminya dalam penghargaan The Best Employee ISS Indonesia. Teguh adalah bagian dari Bima Club, sekaligus menjadi calon penerima Puntadewa Club di tahun 2020 nanti.

Saat ditanya apa yang ia harapkan dari ISS Indonesia, Teguh pun sempat bingung menjawabnya. Baginya, selama ini ISS Indonesia sudah sangat baik dalam menyejahterakan karyawannya, seperti halnya telah ia rasakan sendiri sejak pertama bergabung menjadi bagian keluarga besar ISS Indonesia.


0 Komentar
Artikel Terkait
Kekompakan Tim Pelayanan di Kapal Laut
Jumat, 26 Februari 2021

Kekompakan Tim Pelayanan di Kapal Laut

Ketegasan dalam Sosok Kalem Security
Jumat, 18 Desember 2020

Ketegasan dalam Sosok Kalem Security

Ayah adalah Motivator Saya
Senin, 20 Maret 2017

Ayah adalah Motivator Saya

Tukang Ngelap-Ngelap, Bisa Jadi Leader
Senin, 19 Desember 2016

Tukang Ngelap-Ngelap, Bisa Jadi Leader