Jalan Membangun Mimpi Seorang Cleaning Service Jumat, 22 Mei 2020

Jalan Membangun Mimpi Seorang Cleaning Service Image © ISS Indonesia.

Memiliki karir sebagai seorang cleaning service bukanlah hal yang pernah terpikirkan olehnya. Cleaning service memang merupakan profesi yang masih dipandang sebelah mata oleh banyak orang, termasuk oleh dirinya sendiri, kala itu. Namun karena tuntutan ekonomi dan tak ada pilihan lain, ia dengan terpaksa melamar untuk mendapatkan pekerjaan ini.

Namanya Budi Wibowo. Saat ini, ia adalah supervisor di area Menara BCA Jakarta. Budi ingat benar dengan masa-masa awal ia bekerja di ISS Indonesia.

Selulusnya dari sekolah dulu, Budi sempat tidak bekerja meskipun sudah melamar ke beberapa perusahaan impiannya. Kegagalannya itu membuat ia merasa kalah dibandingkan dengan teman-teman sekelasnya. Ia pun hanya bisa menyesali ketidakseriusannya belajar saat masih di bangku sekolah, sehingga pengetahuan dan kemampuannya jadi tidak mumpuni.

Pria penikmat kopi ini kemudian sadar kalau ia tidak bisa pasrah begitu saja dengan kegagalannya mendapatkan pekerjaan selepas lulus dari sekolah. Bekerja sebagai pekerja bangunan pun sempat ia jalani untuk menyambung hidup selama enam bulan lamanya. Hingga akhirnya ia melamar di ISS Indonesia sebagai seorang cleaning service, sebuah profesi yang tidak diharapkan bahkan diimpikan sekalipun olehnya.

Pekerjaan sebagai cleaning service ini pun tidak semudah itu ia dapatkan, karena Budi juga mengalami kegagalan saat pertama kali melamar dalam proses penerimaan karyawan. Namun semangatnya untuk dapat bekerja dan memiliki penghasilan, membuat ia kembali melamar untuk kedua kalinya sampai akhirnya punya kesempatan memulai karir di ISS Indonesia pada tahun 2007.

Menjalani profesi sebagai cleaning service pun tidak semudah yang ia bayangkan, terutama saat menjalankan kepercayaan untuk dapat memberikan pelayanan di sebuah mal bilangan Jakarta Selatan yang begitu ramai.

“Waktu itu saya sempat berniat menyerah dan mengundurkan diri karena tuntutan pekerjaan yang begitu melelahkan,” ucap Budi.

Saat itu, pengawasnya memotivasinya untuk dapat terus memberikan pelayanan terbaik dan menjadikan pekerjaan tersebut sebuah pelajaran dan ilmu untuk ke depannya. Budi akhirnya mampu membuktikannya sehingga mendapatkan promosi menjadi seorang shift leader di area mal tersebut.

Adalah kedua orang tuanya yang berperan besar dalam memberikan motivasi untuknya saat bekerja. Kedua orang tua Budi yang hanya lulusan Sekolah Dasar (SD), sebisa mungkin memberikan pendidikan semampu mereka untuk ketiga anaknya, minimal sampai tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) agar tidak hidup sulit seperti kedua orang tuanya.

“Orang tua saya juga selalu mengajarkan agar saya dapat menjadi orang yang dipercaya, agar jika suatu saat dalam keadaan sulit, orang lain dapat percaya untuk memberikan bantuan dan kepercayaan lainnya,” tutur pria berusia 32 tahun ini.

Seiring perjalanan waktu dan karirnya, sebuah profesi yang bukan impiannya dahulu ternyata bisa menciptakan impian lainnya yang lebih besar, tanpa ia sadari. Impian besarnya adalah bisa membangun sebuah rumah. Punya rumah sendiri atas buah kerja kerasnya tidaklah pernah terpikirkan oleh seorang Budi yang hanya lulusan SMA.

Membangun impian tidaklah harus melalui jalan impian yang selalu direncanakan. Tuhan pasti punya rencana lain ketika tidak mengabulkan pekerjaan impian Budi kala itu. Tapi Tuhan mengabulkan impian Budi untuk memiliki rumah sendiri dengan profesi yang ia jalani dan tekuni hingga saat ini.

“Tetap percaya pada harapan-harapan untuk dapat hidup lebih baik, dan jangan mudah berpuas diri saat ini dan selalu sambut peluang yang ada dengan suka cita,” pesan Budi kepada seluruh timnya di area.


0 Komentar