Langkah Menggapai Sukses di Masa Muda Minggu, 31 Mei 2020

Langkah Menggapai Sukses di Masa Muda Image © ISS Indonesia.

Kalau bisa sukses di masa muda, kenapa harus sukses di masa tua? Ya, bagi seorang Siti Maryam, menjadi sukses tidaklah harus menunggu punya banyak pengalaman, atau harus punya uang yang berlimpah, dan membuang waktu sehingga mungkin baru terwujud ketika usia sudah menua. Dalam tekad hidupnya, sukses adalah berhasil mewujudkan cita-citanya untuk menjadi seorang pemimpin yang dinanti oleh orang lain, dan untuk membuat orang tuanya tersenyum setiap detik.

“Menurut saya sih tetap dirancang, membuat planning dari usia muda. Tapi juga jangan terlalu banyak berkhayal tapi nggak melakukan apa yang harus dilakukan. Bekerjalah dengan keras, dan lakukanlah dengan cerdas. Ingat bekerja kerasnya untuk apa, visinya apa. Jadi hasil kerja kerasnya akan baik dan tidak sia-sia,” jelas perempuan berusia 21 tahun ini.

Iyam, nama panggilannya, meniti langkah dalam menggapai suksesnya di masa muda dengan memulai karir sebagai petugas cleaning service, sejak akhir tahun 2017 silam. Ia memiliki visi untuk sukses, seiring dengan visi dari perusahaan penyedia layanan/jasa dan manajemen fasilitas terintegrasi yang menaunginya sampai sekarang, yaitu ISS Indonesia.

“Karena ISS Indonesia adalah perusahaan besar dan memiliki visi yang jelas untuk menjadi nomor 1. Kalau misalkan saya ingin sukses, ya saya juga harus mempunyai visi yang jelas untuk bisa membantu perusahaan. ISS memanusiakan manusia dan memberikan peluang yang besar untuk karyawan-karyawannya,” ia menegaskan.

Dalam kesehariannya bekerja, Iyam yang saat ini merupakan Junior Supervisor di area Gandhi Memorial Intercontinental School di Kemayoran, Jakarta, selalu berusaha untuk menanamkan nilai-nilai baik dan mengedepankan good attitude kepada rekan-rekan kerja maupun kliennya. Seperti dengan kejujuran, memiliki pemikiran positif terhadap orang lain, juga dengan menerapkan 5S yaitu Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun.

“Prinsip saya dalam bekerja adalah kejujuran yang utama. Kemudian bekerja dengan hati yang tulus untuk membuat suasana bekerja menjadi lebih nyaman, senang, dan membuat orang lain pun ikut nyaman atas pekerjaan kita yang dilakukan dari hati yang tulus,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga terus belajar agar bisa memperdalam dan menguasai pengetahuan tentang dunia pelayanan, melebihi apa yang telah ia kuasai. Bahkan di area penugasannya dimana mayoritas kliennya berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, membuatnya semakin termotivasi untuk belajar bahasa internasional ini demi kelancaran komunikasi mereka.

Tak heran, penghargaan dari klien pun pernah ia terima karena sikap, perilaku baik, dan kemampuannya berkomunikasi dalam bekerja. Kepala Sekolah Gandhi Memorial Intercontinental School, A. P. Singh menuturkan, “Bu Maryam dari ISS telah bekerja cukup lama di kantor saya (sekolah ini). Saya melihat ia bekerja dengan sangat efisien. Ia memiliki sikap yang sopan sekali, sangat tulus, dan bekerja dengan sangat rajin.”

Rekan-rekan dalam satu timnya juga menilai Iyam sebagai sosok yang ramah, rendah hati, peduli, dan mampu mengarahkan para operator. Site Head Gandhi Memorial Intercontinental School, Nuzul Hariadi mengatakan, Bu Maryam adalah seorang Great leader yang memiliki kemampuan dan semangat yang tinggi. Semangat untuk Puntadewanya, Bu Siti Maryam!”

Siapa sangka, lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM) jurusan Teknik Mesin Kapal ini bisa menjadi salah satu kandidat untuk Puntadewa Club dalam GREAT Award 2020 mendatang. Hanya dalam kurun waktu sekitar dua tahun ia bekerja dengan hati, konsistensi akan kinerja berkualitas telah mampu ia buktikan sehingga masuk ke dalam jajaran para karyawan terbaik ISS Indonesia saat ini.

Meski langkahnya menggapai sukses di masa muda tak semulus yang ia bayangkan, anak ke-tujuh dari sembilan bersaudara ini selalu mengingat kembali akan niat dan tekad suksesnya. Niat dan tekad sukses inilah yang justru menjadi tantangan terbesarnya. Namun ia tak akan membiarkannya goyah, agar perjuangannya selama ini tidaklah sia-sia.***


0 Komentar