Dari Sebatas Mencari Modal Nikah, Hingga Tekad Mewujudkan Manusia Unggul Jumat, 05 Juni 2020

Dari Sebatas Mencari Modal Nikah, Hingga Tekad Mewujudkan Manusia Unggul Image © ISS Indonesia.

Yusni tidaklah pernah bercita-cita untuk menjadi seorang cleaner. Kondisi ekonomilah yang memaksanya untuk menjalani profesi ini. Tujuannya waktu itu pun hanyalah satu, untuk membiayai pernikahannya dengan sang pujaan hati.

Setelah sekian lama bekerja serabutan, pria bernama lengkap Yusni Marzuki Sinaga ini kemudian melamar dan bergabung dengan ISS Indonesia di pertengahan tahun 2007 silam. Hanya selang setahun berlalu, Yusni berhasil mewujudkan tujuannya bekerja kala itu dan mempersunting wanita yang hingga kini menjadi istri sekaligus ibu dari tiga putra-putrinya.

Namun rupanya ada alasan lain yang mendorong pria kelahiran Medan dan besar di Binjai, Sumatra Utara ini untuk bekerja di ISS Indonesia, meski hanya sebagai petugas cleaning service. Dari yang dialami seorang temannya, ia menyaksikan sendiri bagaimana perusahaan penyedia layanan/jasa dan manajemen fasilitas terdepan ini mampu mengubah pribadi seseorang menjadi lebih baik.

“Saya lihat kok ISS ini seperti mendidik orang. Yang awalnya attitude-nya tidak ada, cara berbicaranya itu tidak sopan, tapi dilatih di ISS itu menjadi sopan,” akunya.

Dalam perjalanannya menggeluti pekerjaan ini, tak jarang ia dipandang sebelah mata oleh orang lain. Sampai suatu saat ia harus menerima sindiran dari seorang temannya yang lain, yang justru membuatnya semakin termotivasi untuk maju.

“Teman itu bilang, ‘Wah, Yusni dari rumah itu rapi tapi ternyata di sini tukang sapu-sapu.’ Dari bahasanya, dari kata-katanya, itu menjadi semangat saya. Itu yang utama kali memotivasi saya untuk maju di ISS Indonesia. Saya belajar, belajar, dan belajar dengan team leader saya waktu itu, dan mereka juga membantu memotivasi saya,” ia menceritakan.

Dari kejadian itu, perlahan tapi pasti, Yusni membuktikan kesungguh-sungguhannya dalam menjalani profesi ini dan menapaki jenjang karir yang lebih pasti. Bungsu dari lima bersaudara ini terus belajar dengan menggali pengetahuannya, mengasah ketrampilannya, memperbaiki cara berkomunikasinya dengan orang lain, hingga mengembangkan karakternya menjadi lebih baik.

Seiring waktu, kedewasaan dan rasa bertanggung jawabnya dalam menghadapi berbagai tantangan mulai tumbuh. Ia pun dipercaya untuk menjadi pengawas di berbagai area, sampai mendapat penugasan sebagai site head untuk industrial cleaning di area Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu sejak awal tahun 2019 lalu. Di sinilah, ia mengalami momen-momen unik yang menjadi pembelajaran terbaik dalam perjalanan karirnya.

“Awalnya saya sangat terkejut karena ternyata industrial cleaning ini berbeda dengan cleaning service pada umumnya. Nah ini saya pikir sangat fenomenal sekali. Dan terlebih lagi tantangannya itu adalah sumber daya manusianya dari masyarakat setempat dan mereka sangat kritis. Saya sempat pernah dihadang oleh 200-an warga di sekitar PLTU Pangkalan Susu ini. Saya menghadapinya dengan bertindak dewasa, berbicara baik-baik dan pelan-pelan. Ketika mereka api, saya sebagai air untuk mendinginkan,” ia menuturkan.

Kedewasaannya ini jugalah yang telah mengubah tujuan hidup dan bekerjanya kini. Selain untuk membahagiakan keluarga, Yusni kini bertekad untuk mewujudkan manusia unggul di sekitar PLTU Pangkalan Susu. Dengan ketegasan dan kedisiplinan sosoknya, adalah nilai kejujuran, rasa bersyukur, tanggung jawab dan konsistensi yang ia tanamkan dalam membimbing 265 manpower rekan-rekan kerjanya di area ini.

“Saya fokus dengan 8M (Menyambut operator, Melengkapi, Melatih, Memandu, Mengawasi, Menilai prestasi, Melatih ulang, dan Melaporkan hasil kerja operator secara obyektif). Saya lakukan training, briefing dan meeting dengan mereka, kemudian saya melakukan panduan di lapangan. Yang mungkin dulu sebelum mereka bergabung dengan ISS, mereka tidak mengenal yang namanya counselling, saya counselling mereka,” ungkapnya.

Kini Yusni telah membuktikan dedikasi dan konsistensi kualitas kinerjanya sehingga mampu membawa perubahan signifikan dan mendapat apresiasi dari klien. Direktur Utama PT Cogindo Daya Bersama (KSO Cogindo - ISS), Ade Hendratno mengatakan, “Kegiatan (industrial cleaning) ini sangat signifikan sekali perubahannya. Mulai dari kondisi ekstrim kebersihan lingkungan yang ada, menjadi kondisi yang sangat prima sekali dan ini sudah diapresiasi oleh PLN, sebagai pemilik aset. Hasil yang dicapai ini tidak terlepas dari leadership Mas Yusni selaku Site Head yang ada di Pangkalan Susu dengan mengelola pegawai sekitar 260an yang tidaklah mudah. Kami mengapresiasi sekali lagi kepada Mas Yusni dan mudah-mudahan dengan prestasi ini, bisa menjadi contoh atau benchmark bagi unit-unit yang lainnya.”

Sementara itu, Operational Head PLN Area KSO Cogindo - ISS, Hasan mengatakan, “Pak Yusni telah memberikan kontribusinya bersama dengan tim mewujudkan pembangkit listrik yang bersih dan ramah lingkungan. Dan ini membantu mewujudkan tujuan customer.”

Yusni Marzuki Sinaga kini merupakan salah satu karyawan terbaik dalam Bima Club pada The Best Employee Awards, sekaligus menjadi kandidat Puntadewa Club dalam GREAT Award 2020. Sebagai seorang teladan bagi rekan-rekan kerjanya, Yusni terus menularkan sikap dan perilaku positifnya demi tekadnya mewujudkan manusia unggul di sekitarnya.***


0 Komentar