Menikmati Profesi dengan Integritas dan Ketekunan Jumat, 07 Agustus 2020

Menikmati Profesi dengan Integritas dan Ketekunan Image © ISS Indonesia.

Menikmati profesi yang dijalani merupakan salah satu cara bagi Anas dalam menikmati hidupnya. Inilah salah satu tujuan hidup pria yang bernama lengkap Tubagus Muhammad Nur Abunasri Anas, Finance Planning and Analysis Department Head ISS Indonesia ini. Lain halnya dengan kebanyakan orang yang bilang kalau manusia hidup hanya sekali, Anas mengganggap bahwa manusia hidup berkali-kali dan mati hanya sekali. Jadi, manusia harus melakukan yang terbaik di dalam hidupnya, termasuk di dalam menjalani pekerjaannya.

Berlatar pendidikan sebagai lulusan S1 Manajemen Keuangan dari Universitas Indonesia, Anas yang bergabung pada pertengahan tahun 2008 di perusahaan penyedia manajemen fasilitas ini telah memakan asam garam dalam bidang pekerjaannya, yang berhubungan dengan angka dan data. Beberapa kali mengalami rotasi di dalam Finance and Administration Division, Anas juga membuktikan kesanggupannya untuk menyelesaikan apapun tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan.

Adalah integritas dan persistensi atau ketekunan, yang menjadi kuncinya dalam menghadapi segala tantangan dalam dunia profesionalitas bekerjanya. Pria idealis dan cenderung saklek ini menilai bahwa tuntutan kompetisi dunia pelayanan membuat ia dan timnya harus bisa menghindari terjadinya kesalahan penyampaian informasi dan data. Integritas dan ketekunan akan mendukung pencapaian tujuan bersama.

Karena kalau kita ngomongin target, akan ada yang menawar, dan kita harus melihat target itu secara idealnya bisa tercapai. Dalam posisi supervisi, itu yang harus kita jaga dengan integritas dan persistensi itu pastinya, ucap Anas.

Anas mengakui bahwa industri pelayanan yang menjadi bisnis inti ISS Indonesia memiliki kompleksitasnya tersendiri, dengan melayani beragam segmentasi industri yang beroperasi di tanah air. Apalagi, sebagai perusahaan yang melakukan pengembangan modal insani (human capital) dalam jumlah yang besar, ISS Indonesia begitu mengandalkan kekuatan manusia dalam menjalankan bisnisnya yang seiring mengikuti perkembangan teknologi dan digitalisasi. Ia pun merasakan bahwa tantangan terbesar dalam profesinya ini adalah pada budaya dan orang-orangnya.

Challenge-nya lebih banyak ke culture (budaya) dan people-nya (orang-orangnya). Karena kan kita buat data itu bukan hanya untuk kita konsumsi sendiri, tapi itu digunakan oleh Tim Operation dan yang lain. Jadi apa yang kita omongin harus dari pandangannya mereka, dan tantangannya itu justru bagaimana caranya kita bisa membuat bahasa finansial dimengerti ke dalam non-finansial supaya mereka juga bisa paham. Jadi ya benar-benar kita harus terjun dulu, tahu operation-nya dan tahu bisnisnya banget,” jelasnya.

Dengan karakteristik budaya dan orang-orangnya yang berbeda, pendekatan yang ia lakukan pun tentunya akan berbeda. Namun selama 12 tahun mendedikasikan diri menggeluti profesi di perusahaan ini, ia pun menyadari nilai-nilai perusahaan yang apabila dipegang teguh dan dijalani dengan baik, maka akan mampu mengubah seseorang menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagi para anggota timnya, sosok Anas dipandang sebagai pemimpin yang menginspirasi dan patut diteladani. Hal ini diakui oleh Banking & New Technology Planning and Analysis Specialist, Michael Felani yang mengatakan Inspiring leader, tipe pemimpin yang mengayomi tim di bawahnya dan selalu back up tim dalam keadaan apapun, memiliki pengalaman teknis yang sangat baik sehingga selalu menjadi problem solver, dan sebagai teman yang baik untuk diskusi.”

Sementara Manufacturing Planning and Analysis Specialist, Endang Razwannieta mengatakan Great leader, pemimpin yang menjadi panutan bagi tim di bawahnya dan memberikan kepercayaan penuh kepada timnya, tidak pernah berhenti berinovasi, menciptakan suasana kerja yang fun tapi tetap produktif dan selalu ada kapanpun tim membutuhkan.”

Tak heran, Anas kini adalah bagian dari karyawan terbaik dalam Bima Club The Best Employee Awards ke-89 pada akhir tahun 2019 lalu. Prestasi atas kinerja dan konsistensinya ini juga bukan yang pertama kali baginya, karena ia pernah beberapa kali mendapatkan penghargaan ini di beberapa tahun sebelumnya.

Di balik keberhasilan dalam kariernya selama ini, adalah keluarga dan timnya yang selalu memotivasinya untuk terus melakukan dan memberikan yang terbaik. Anas pun berpesan bahwa apapun pekerjaannya akan menjadi pendukung dalam menikmati hidup, selama pekerjaan itu dijalani dengan ikhlas, tanpa mengeluh, terus memperbaiki diri dan mudah menyesuaikan diri, dan dengan integritas dan ketekunan.***


0 Komentar