Kejujuran yang Berbuah Kepercayaan Sabtu, 29 Agustus 2020

Kejujuran yang Berbuah Kepercayaan Image © ISS Indonesia.

“Kalau orang bertindak jujur, segala sesuatunya itu akan membuat dia dipercaya oleh orang lain. Pertanyaannya adalah, tanyakan kepada diri kita sendiri. Apakah kita pantas dipercaya atau tidak?”

Kalimat inilah yang diutarakan oleh seorang Kris Dwiharjanto, 45, ketika ditanya tentang nilai yang ia tanamkan selama 19 tahun lamanya meniti karier pada perusahaan tempatnya bekerja hingga saat ini. Baginya, kejujuran adalah hal utama yang harus dijalankan dalam kehidupan setiap orang, apapun yang dilakukannya.

Kris, sapaan ia sehari-hari, saat ini merupakan Key Account Manager of Medium and Small Banking Account di ISS Indonesia. Dengan menjalani honesty we respect atau yang berarti menghargai kejujuran, ia merasa bersyukur karena salah satu dari nilai inti ISS ini mampu membuat dirinya layak menerima kepercayaan demi kepercayaan, selain juga kepercayaan yang ia berikan kepada rekan-rekan kerjanya.

Padahal, bekerja di suatu perusahaan bukanlah hal yang ia pernah cita-citakan. Pria asal Solo, Jawa Tengah ini dulunya ingin membuka usaha, sebagaimana hal itu sudah ia lakukan kala harus membiayai kuliahnya sendiri. Sambil berkuliah, sampai dengan tiga tahun setelah lulus, ia membuka warung dan tempat fotokopi dengan memanfaatkan lahan milik neneknya yang berlokasi tepat di depan kampusnya, di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti, Jakarta Selatan. Namun karena ingin memenuhi keinginan dan membuat ayahnya senang, Kris kemudian mencoba untuk bekerja.

Sempat bekerja di bagian pengembangan sumber daya manusia pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang food and beverages, Kris yang juga punya pengalaman mengajar saat masih berkuliah ini, kemudian memilih untuk melamar sebagai instruktur di bagian ISS Service School. Kris rupanya mendapat tawaran untuk menduduki posisi service manager, namun ia lebih memilih untuk menjadi instruktur karena posisi inilah yang ia ajukan, juga minatnya yang besar dalam bidang pelatihan dan pembelajaran.

Resmi bergabung pada pertengahan tahun 2002, Kris menjalani kelas karyawan baru atau new comer class (NCC). Saat itulah ia benar-benar memantapkan hatinya bahwa memang di ISS Indonesia-lah ia seharusnya berada.

“Karena saya ikutin NCC benar-benar, saya datang ke rumah teman-teman NCC saya. Itu saya lihat kondisi mereka. Dan menurut saya, mungkin saya bisa bantu kondisi mereka kalau saya bisa bekerja dengan baik di sini, karena di sini mendidik orang untuk punya kehidupan yang lebih baik,” ungkap Kris.

Dalam perjalanan kariernya, Kris dipercaya untuk bertanggung jawab tidak hanya pada satu posisi dan ia pun dirotasikan ke beberapa departemen. Hal ini membuatnya selalu merasakan ada tantangan baru, sehingga waktu pun tanpa terasa berlalu sampai hampir dua dekade lamanya.

Di antara tantangan yang paling berkesan bagi Kris adalah ketika penempatannya di kantor cabang Surabaya, Jawa Timur. Dari merangkap jabatan sebagai traning manager sekaligus recruitment manager, kemudian secara perlahan juga mulai bertanggung jawab sebagai operation manager, menangani akuisisi ISS terhadap dua perusahaan besar di Jawa Timur, hingga menangani sekitar 20.000 manpower di wilayah Indonesia bagian tengah dan bagian timur.

“Karena ternyata sangat dinamis, dan operation itu boleh dibilang problematikanya 24 jam sehingga otak ini teruuuus mikir dan di situlah saya tertantang. Apa yang bisa buat perubahan, apa lagi yang bisa buat improvement, apa lagi yang bisa dikembangkan untuk tim-tim di bawah saya supaya mereka juga bisa menjadi talent-talent yang memimpin di cabang ini,” jelasnya.

Hal itu diiyakan oleh anggota timnya yang menilainya layaknya orang tua yang mendidik dan selalu menyemangati anak-anaknya dalam jatuh bangun pencapaian tujuan bersama. Operation Head of Medium and Small Banking Account, Mochammad Yerli mengakui, “Pak Kris di mata kami, selalu ingin anak-anaknya lebih baik dan berhasil di suatu saat, memberi makna bukan sekadar kerja, totalitas dalam bekerja bersama tim dan buat keluarga beliau, berani dalam tampil di depan dan mencari inovasi serta perbaikan buat timnya,”

Kris bisa mendapatkan semua itu karena prinsipnya untuk menghargai kejujuran, dan ia mampu membuktikan bahwa dirinya layak dipercaya. Di balik itu, dukungan untuk memberikan yang terbaik bagi sang ayah dan adik perempuan, juga anak semata wayang dan istrinya, yang selalu memotivasinya untuk bisa memperbaiki kehidupannya dan meraih sukses. “Saya rasa kerja itu adalah ibadah. Kalau kita ibadah, pengawasnya adalah Tuhan. Pantas atau tidaknya kita dipercaya, semuanya kembali ke diri kita sendiri,” tutup Kris.


1 Komentar

wah sungguh sangat menginspirasi sekali





Artikel Terkait