Membangun Kepercayaan, Mengembangkan Orang Lain dalam Memimpin Pelayanan Kesehatan Kamis, 10 September 2020

Membangun Kepercayaan, Mengembangkan Orang Lain dalam Memimpin Pelayanan Kesehatan Image © ISS Indonesia.

Caroline sebenarnya tidaklah pernah bercita-cita sebagai pemimpin. Cita-cita seorang putri dari keluarga konglomerat terkemuka di Indonesia ini yaitu mengajar dan terlibat dalam kegiatan yang mencerdaskan bangsa. Begitu sederhana, namun sangat mulia.

Tanpa berlatar pendidikan dokter dan hanya dengan berbekal pengalaman di bidang pendidikan, Caroline kemudian dipercaya untuk terlibat dalam memimpin pengelolaan manajemen rumah sakit Siloam cabang Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tepatnya di bulan Mei 2012. Berselang empat tahun kemudian, tepatnya di tahun 2016, ia lalu dipercaya untuk menjabat sebagai Presiden Direktur Siloam Hospitals, sampai sekarang.

Caroline percaya bahwa kepercayaan dan tanggung jawab yang diembannya bukanlah karena murni untuk bisnis, atau sebagai kebetulan semata. Padahal, rencananya di awal keterlibatannya dalam bidang pelayanan kesehatan ini adalah hanya untuk 8 bulan sampai setahun saja. Namun seiring semakin melekatnya bidang ini dengan dirinya, Caroline menemukan kemiripan antara passion-nya di dunia pendidikan, dengan dunia kesehatan.

“Karena saya percaya bahwa pendidikan itu adalah fondasi yang utama untuk masyarakat Indonesia bisa berkembang dan bisa dipandang di dunia, bisa meningkatkan taraf kehidupan dari masyarakat. Tapi waktu saya masuk (ke pengelolaan rumah sakit), lalu saya berpikir, sebenarnya pendidikan dan kesehatan itu adalah fondasi yang utama dan harus jalan beriringan,” jelasnya.

Bagi lulusan Wheaton College di Amerika Serikat ini, memimpin rupanya juga sama dengan mengajar. Menurutnya, untuk bisa maju, kedua hal tersebut melibatkan proses bagaimana ekspektasi ditetapkan (set expectations), dan bagaimana arahan dan petunjuk kemudian diberikan agar ekspektasi dapat tercapai (meet expectations).

Dalam kepemimpinannya mengelola pelayanan rumah sakit di Siloam Hospitals, Caroline berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memperbaiki pelayanan kesehatan, dengan memasyarakatkan dan mendemokratisasikan pelayanan kesehatan yang baik di Indonesia. Ia pun optimis dan sangat mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Siloam Hospitals.

Sosok yang dikenal humble dan low profile ini pun telah berhasil mengembangkan dan memperluas jaringan Siloam Hospitals. Dari 26 rumah sakit di tahun 2016, kini di tahun 2020 telah berdiri 38 rumah sakit yang tersebar hingga pelosok Nusantara. Sejumlah program unggulan ia jalani, seperti peningkatan pelayanan dan transparansi dalam hospital operations, network development, clinical program development, serta digital health.

Di balik keberhasilannya sebagai pemimpin di usia muda, Caroline selalu ingat dengan salah satu filosofi dari kakeknya, Mochtar Riady. “Bahwa apapun yang kita kerjakan, haruslah mempunyai nilai yang lebih tinggi. Tidak ada satu bisnis pun yang bisa berhasil, kalau tidak didasari suatu motivasi untuk kita menjadi berkat kepada orang lain,” tutupnya.


0 Komentar
Artikel Terkait