Kejujuran yang Mengharumkan Nama Baik Bangsa Kamis, 01 Oktober 2020

Kejujuran yang Mengharumkan Nama Baik Bangsa Image © ISS Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah ditunjukkan oleh Dedeh Novianti yang telah mengembalikan uang. Bukan karena jumlah besarnya, namun karena sikap jujurnya yang menjadi salah satu karakter bangsa Indonesia,” ucap Erick Thohir yang kala itu menjabat sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC), sebagaimana dilansir dari pemberitaan sejumlah media pada 10 Februari 2018 lalu.

Erick Thohir, pejabat publik yang kini merupakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut memberikan apresiasi tinggi atas kejujuran Dedeh sewaktu bertugas di Wisma Atlet Kemayoran. Salah satu karyawan terbaik ISS Indonesia ini menemukan uang sebesar 500 Rupee di tangga lantai 5 dekat lift Tower 2, dan mengembalikan uang temuannya itu kepada pemiliknya melalui tim manajemen INASGOC.

Itulah kenangan terbaik yang dimiliki oleh gadis kelahiran 31 tahun yang lalu ini. Ia juga ingat betul dengan ucapan Erick Thohir yang menjumpainya secara langsung di saat itu. “Bangga sama kamu, generasi muda yang bertindak jujur,” ucap Dedeh saat menceritakan kenangan itu kembali.

Padahal, Dedeh waktu itu sedang dihadapkan dengan kesulitan finansial. Namun keadaan tersebut tidak membuatnya gelap mata untuk mengambil sesuatu yang bukanlah menjadi haknya. Dedeh memilih untuk bertindak  jujur karena ia mengingat bahwa kejujuran adalah salah satu nilai terbaik yang begitu dijunjung serta diajarkan untuk selalu diterapkan dalam lingkungan perusahaan terdepan di bidang layanan dan jasa terpadu, tempat ia bekerja.

Perjalanan Dedeh menjadi bagian dari keluarga ISS Indonesia berawal pada tahun 2017, ketika ia memulainya sebagai operator cleaning service. Saat itu, ibunya sempat berucap, “Anak emak sudah disekolahkan sampai SMA, (kerjanya) nyapu-nyapu juga,” cerita Dedeh. Namun begitu, Dedeh tidaklah patah semangat karena tekad awalnya menjalani profesi sebagai cleaning service memang bukanlah tujuan akhirnya di masa depan. Ia yakin akan jenjang karier yang bisa ia dapatkan dengan kejujuran dan kinerja baik yang konsisten.

Di tahun pertamanya bekerja, Dedeh membuktikan dengan tindakan jujurnya yang tak hanya mengharumkan nama Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018, tapi juga membawanya mendapatkan promosi untuk menjadi shift leader. Head of Department Resources Management & OPM, Roni Setia mengatakan “Dedeh ketika itu mendapatkan penghargaan Punakawan, dan di situlah dia membuktikan nilai-nilai ISS yaitu Honesty we respect.” Kemudian Staf Head Office, Melda Parwak mengatakan “Dedeh itu supel, konsisten, dan bekerja dari hati.”

Di masa awalnya menjadi pengawas, Dedeh pun belajar untuk memimpin rekan-rekan kerjanya dalam pelayanan yang diberikan kepada pelanggan di area. “Saya belajar menjadi seorang pemimpin yang harus sadar diri, tidak menyalahkan tim saat mereka melakukan kesalahan, untuk bertanggung jawab kepada klien dan menjadi yang di depan mereka untuk menghadapi klien,” ungkap Dedeh.

Banyak perubahan yang Dedeh alami seiring dengan ilmu dan ketrampilan yang ia dapatkan, serta pengembangan karakter yang ia rasakan. “Saya menjadi terbentuk dengan berbagai macam ilmu pengetahuan. Dulu saya serba malu, takut, sering minder saat bekerja maupun berada di depan umum. Bekerja di ISS membuat saya jadi lebih berani karena terbiasa berinteraksi dengan banyak orang baik, dengan tim dan klien,” ucap Dedeh.

Di tahun ketiganya saat ini, Dedeh pun berhasil membuktikan usaha dan pencapaiannya dengan kembali mendapatkan promosi jabatan dan kali ini menjadi Service Supervisor Reliever untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Di saat banyak rekan-rekannya yang menghindari penempatan sebagai reliever karena area kerja yang terus berpindah-pindah setiap bulan atau bahkan setiap minggunya, Dedeh malah menyikapinya dengan semangat dan positif.

Bagi Dedeh, menjadi seorang reliever adalah berkah untuknya karena dapat lebih banyak belajar di berbagai area seperti area rumah sakit, manufaktur, perkantoran, mall dan area lainnya. Selain itu, menjadi reliever juga membuatnya dapat merasakan berbagai profesi yang dibutuhkan seperti menjadi general service/office boy, resepsionis, pelayan katering dan sebagainya. Tentunya hal ini membuat Dedeh belajar lebih banyak dan lebih cepat dibandingkan apabila hanya memberikan pelayanan pada satu profesi ataupun satu area saja. Hal itulah yang mendukung karier lebih baik, di samping kejujuran yang ia tanamkan.

Kepada orang tuanya, Dedeh telah mengubah persepsi mereka tentang profesi yang ia jalani. Ia pun bersyukur atas dukungan orang tua dan keluarganya, serta dukungan tim dan atasannya karena telah memberikan perubahan kepada dirinya menjadi pribadi yang lebih baik.***


1 Komentar

Luar biasa. Saluuut