Mencari Keberkahan dalam Pekerjaan yang Dijalani Jumat, 09 Oktober 2020

Mencari Keberkahan dalam Pekerjaan yang Dijalani Image © ISS Indonesia.

“Kalau niat kerja itu ibadah, saya yakin semua pekerjaan akan kita lakukan dengan baik, dengan jujur, dengan berkualitas. Kita jalanin-nya enak, ndak beban bagi kita, kita enjoy, kita nikmati hasilnya dan kita syukuri. Itu lebih enak hasilnya, barokah.”

Seperti itulah prinsip O’ong dalam menjalani pekerjaannya sehari-hari. Selama lebih dari setahun terakhir, pria bernama lengkap O’ong Wanda Kristi ini merupakan seorang pengawas layanan kebersihan di sebuah fasilitas pelayanan kesehatan di daerah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tepatnya di Rumah Sakit Islam Pati.

Perjalanan karier O’ong di perusahaan yang menaunginya hingga kini, dimulai pada 8 Januari 2017. Hari itu, O’ong seakan memulai lembaran baru dalam perjalanan hidup melalui pekerjaannya. Sempat bekerja mapan di sebuah perusahaan jasa keuangan, O’ong telah memutuskan untuk beralih ke pekerjaan lain demi mencari keberkahan dari Sang Pencipta. Menjadi petugas cleaning service pun rela ia jalani.

“Awal-awal sih gengsi ya, jujur saja. Tapi namanya orang tua sudah merestui ya berarti saya sudah ndak ada beban bekerja di situ. Walaupun hanya cleaning service ya ndak apa-apa, saya jalani ikhlas saja,” ucap pria kelahiran Pati, 28 tahun silam ini.

Dari situ, O’ong merasakan betul akan berbagai hal baik yang ia dapatkan dari profesi yang ia jalani. Tidak hanya materi, tapi juga ilmu, keterampilan, pengalaman, hingga nilai-nilai positif yang ia tanamkan kepada dirinya dan rekan-rekan kerjanya.

“Banyak nilai yang saya dapatkan terutama nilai dari honesty we respect, dari ISS core values. Saya diajarkan oleh pengawas saya dulu itu terutamanya nilai inti ISS. Kejujuran itu kan modal utama. Katanya ‘Dimana pun, kerja apapun, kalau jujur itu pasti kamu diterima, Mas.’ Itu yang masih saya ingat sampai sekarang,” terang O’ong.

Kepercayaan demi kepercayaan pun ia peroleh dengan pembuktiannya akan hasil dan kinerjanya yang berkualitas. Setelah sekitar setahun lamanya menjadi operator cleaning service di area pabrik, ia kemudian dipercaya untuk menjadi operator sky climber yang memberinya kesempatan untuk penugasan di berbagai area. Pada Agustus 2019, O’ong dipercaya untuk menjadi Shift Leader ISS Indonesia area RS Islam Pati.

Berbagai tantangan pun ia hadapi pada setiap jenjang karier dengan tanggung jawab yang diembannya. Sewaktu menjadi operator cleaning service, ia mengakui tantangannya relatif lebih mudah. Berbeda dengan ketika menjadi sky climber, dimana ia ditugaskan pada area yang sangat berisiko dan harus memperhatikan betul kesiapan mental dan aspek keselamatan kerja. Pada level pengawas, O’ong bahkan merasakan tantangan yang jauh lebih besar.

“Tantangan di setiap jenjang itu pasti ada. Untuk di pengawas ini tantangannya jauh lebih besar. Kita ndak hanya cukup tenaga saja tapi juga pemikiran, strategi, tanggung jawab. Kita juga harus tanggung jawab ndak hanya ke diri kita sendiri tapi juga teman-teman di area. Risiko apapun itu sudah tanggung jawab kita. Kita harus memastikan segala sesuatunya berjalan dengan amanlah minimal, apalagi di masa pandemi ini,” jelasnya.

Di masa pandemi COVID-19 saat ini, O’ong memang tidak memungkiri kalau rasa kekhawatiran sempat ia dan timnya rasakan, apalagi di waktu awal pandemi ini terjadi. Namun sebagai pengawas mandiri, O’ong berupaya dengan membangun insiatif demi menjaga keselamatan kerja timnya.

“Jadi kita pandai-pandai memproteksi diri kita, cari informasi dan masukan supaya tahu bagaimana amannya bekerja. Terus juga meng-update pengetahuan terkini tentang protokol COVID-19 yang aman, HSE-nya, yang safety seperti apa,” jelasnya.

O’ong bersyukur atas dukungan yang selama ini ia terima, baik dari atasan maupun perusahaan di masa pandemi ini. Dari berbagai materi tentang protokol kesehatan, pelatihan tentang health, safety and environment (HSE) hingga pemberian vitamin untuk keseimbangan gizi dan kesehatan.

Operation Head Healthcare Jawa Tengah I, Djuwanto mengapresiasi O’ong atas kinerja dan kepemimpinannya sebagai satu-satunya pengawas di area penugasan RS Islam Pati ini. Ia mengatakan “O’ong itu orangnya rajin, mandiri, mempunyai leadership yang baik dan bisa bekerja sama dengan tim juga dengan klien. Terbukti sejak awal proyek di RS Islam Pati itu sampai sekarang tidak ada keluhan dari klien dan dari timnya, bahkan ada penambahan manpower.”

Sementara itu dalam penilaian klien, O’ong dipandang sebagai seorang pekerja keras, bertanggung jawab terhadap tugasnya, selalu berpartisipasi dan mendukung program-program yang terkait lingkup tanggung jawabnya di RSI Pati. Apalagi menghadapi masa pandemi ini, tidak mudah bagi seorang supervisor cleaning service menerapkan perubahan di era normal.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian SDM dan Pemasaran RSI Pati, Johar Nur’aini atau yang akrab disapa Ibu Ira, yang juga mengatakan “Sifatnya yang santun dalam berkomunikasi dan selalu dengan senang hati menerima masukan, kritik dan saran dari kami yang semakin membuat kami percaya dan yakin untuk bekerja sama dengan ISS Indonesia terutama Mas O’ong.”

O’ong adalah salah seorang karyawan terbaik ISS Indonesia dalam “The Best Employee Award” ke 86 di bulan Agustus 2019 lalu. Kini ia memimpin 17 manpower cleaning services di areanya, dari yang semulanya berjumlah 8 orang. Dalam pencapaiannya ini, kerendahan hati O’ong menyimpan harapan terbaik untuk tim yang dipimpinnya.

“Banyak yang lebih baik daripada saya. Saya hanya anak baru, kemampuan saya juga masih rendah. Saya hanya,, yah ini kemampuan saya, saya ingin tingkatkan, kembangkan, kalau bisa manpower (rekan dalam tim yang dipimpinnya) saya itu jauh lebih baik daripada saya,” tutup O’ong dengan harapannya.***


0 Komentar
Artikel Terkait
Bapak, Sosok Inspiratorku
Senin, 18 September 2017

Bapak, Sosok Inspiratorku

Kekompakan Tim Pelayanan di Kapal Laut
Jumat, 26 Februari 2021

Kekompakan Tim Pelayanan di Kapal Laut