Jalan Mewujudkan Mimpi Menjadi Kenyataan Jumat, 16 Oktober 2020

Jalan Mewujudkan Mimpi Menjadi Kenyataan Image © ISS Indonesia.

Waktu itu di pertengahan bulan Agustus 2019, Lilis Nuryanti melangkahkan kakinya menuju panggung penghargaan bagi orang-orang terpilih. Bagi Lilis, nama panggilannya, hari itu rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Lilis tak pernah menyangka kalau kerja keras dan konsistensi kinerja baiknya benar-benar diakui dan mendapat apresiasi dari perusahaan tempatnya bekerja, selama 12 tahun terakhir.

Dua belas tahun lalu, Lilis hanyalah seorang operator cleaning service yang kerap merasa tidak percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Berprofesi sebagai petugas kebersihan di sebuah mall besar di wilayah Jakarta Utara ketika itu pun, masih ia jalani dengan biasa-biasa saja. Hingga akhirnya pada tahun 2011, ia ditantang untuk menerima kepercayaan pada tingkat pengawas.

“Saya sempat terpikir nggak mau jadi pengawas karena saya takut nggak mampu. Tapi ada dukungan juga dari keluarga, dari suami, dan teman-teman juga support, disuruh coba dulu. Akhirnya saya coba karena menjadi cleaner-nya juga sudah lama, tapi memang (waktu itu) belum pernah ke area lain sebelumnya,” ucap Lilis.

Lilis pun berusaha untuk menjawab kepercayaan ini dengan sebaik-baiknya. Kepercayaan ini jugalah yang perlahan menambah rasa percaya dirinya sekaligus mengubah karakternya menjadi pribadi yang lebih baik, terutama dalam bertanggung jawab melakoni profesinya sehari-hari.

“Hikmahnya banyak ya. Jadi belajar buat laporan sampai bisa, jadi agak bertambah dewasa, nggak malu lagi kalau ngadepin khalayak ramai. Tanggung jawab ke klien juga. Setiap kali ada instruksi dari klien itu saya gerak cepat, tidak menunda-nunda. Siap, di-copy, langsung action,” jelas Lilis.

Ya, dari pembuktian akan tanggung jawabnya itulah, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bidang sekretaris ini perlahan menunjukkan potensinya dalam mengelola tim dan menyampaikan pelayanan untuk membantu mencapai tujuan klien dan pelanggannya. Sejumlah pendekatan dan nilai tambah kepada klien, ia lakukan.

“Saya buktikan apa yang klien mau, saya kasih. Upayakan kalau klien minta suruh langsung bersihkan, saya kerjakan dan tidak harus tunggu anak buah, karena kadang mereka masih ada pekerjaan yang lain. Apa salahnya kalau saya juga bantu. Sebagai pengawas kan nggak harus nyuruh terus. Kita juga harus bantu action juga,” ujarnya.

Kepada rekan-rekan kerjanya, adalah kejujuran yang ia tanamkan dan menjadi hal utama dalam menjalani pekerjaan, apa pun dan di mana pun itu. “Yang penting jujur. Karena meskipun dia kerja bagus, tapi nggak jujur, sama saja. Dan sekali kita tidak jujur maka semuanya akan hilang. Kepercayaan, karier, jabatan, bahkan sampai keuangan,” ia menjelaskan.

Dari penugasan di area pusat perbelanjaan, Lilis kemudian dipercaya untuk bertugas di sejumlah area lain, salah satunya di Yayasan Universitas Tarumanagara pada tahun 2016. Di area inilah ia merasakan betul akan hasil kerja kerasnya dalam membuktikan kinerja baik dan konsistensinya dalam membangun tim dan memberikan pelayanan terbaik.

Meski pembawaannya yang tegas kerap dianggap galak ataupun cerewet oleh segelintir rekan kerja yang dipimpinnya, namun bagi yang mengerti, Lilis adalah sosok yang mampu membangun semangat untuk kemajuan bersama.

“Ibu Lilis adalah orang yang adil, bijaksana dan tegas. Dalam hal bekerja, beliau adalah orang yang baik, pekerja keras, dan jujur.” Demikian menurut pengakuan Alam Syahputra, salah satu operator cleaning service di Universitas Tarumanagara.

Kinerja Lilis yang sejak Mei 2020 lalu dipercaya menjadi junior supervisor ISS Indonesia di area IKEA Food juga mendapat apresiasi dari Site Head IKEA Alam Sutera, Subandi Hadi yang mengatakan “Ibu Lilis memiliki integritas dan kualitas yang sangat tinggi terhadap pekerjaannya.”

Klien di area pun berpendapat serupa dimana Lilis telah memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan di area IKEA Food. Sebagaimana diakui oleh Team Leader IKEA Food, Ulumudin yang mengatakan, “Ibu Lilis mempunyai kepribadian yang sangat baik, beliau juga pekerja keras dan sudah sangat membantu di area IKEA Food.”

Untuk menjadi yang terbaik adalah salah satu dari tujuan ibu dari dua anak ini bekerja di ISS Indonesia, yang selalu mengapresiasi dan merekognisi karyawan-karyawan terbaiknya melalui non-monetary rewards dalam ‘The Best Employee (TBE) Awards.’ Melalui jenjang penghargaan dalam TBE, Lilis menjadi salah satu yang berkesempatan untuk menapaki jenjang karier melalui promosi jabatan, atau bisa juga menerima hadiah utama melakukan perjalanan religi bersama satu orang tercintanya.

Itulah satu dari beberapa mimpi Lilis yang ingin ia wujudkan. Setelah mimpinya untuk menjadi the best dalam telah tercapai pada TBE ke-87 di bulan Agustus 2019 lalu, anak pertama dari lima bersaudara juga bermimpi untuk bisa melakukan perjalanan umrah bersama dengan sang ayah.

“Saya ingin membahagiakan orang tua terutama bapak saya. Saya pengen orang tua sudah di rumah saja, istirahat, menikmati masa tua. Bapak saya kan hampir berusia 70 tahun tapi masih jualan bakso bakar keliling dan membuktikan banget ke keluarganya sebagai sosok seorang bapak. Apalagi sekarang ini lagi pandemi COVID-19. Kadang saya kalo liatin orang-orang tua jualan, suka sedih ingat bapak saya,” cerita Lilis dengan haru.

Adalah kebahagiaan orang tua dan keluarga kecilnya yang menjadi tujuan Lilis saat ini. Selain itu, Lilis juga berharap untuk dapat mewujudkan impiannya yang lain, yaitu membawa rekan-rekan yang dipimpinnya agar dapat mengikuti jejak keberhasilannya dalam menjadi salah satu dari yang terbaik.***


3 Komentar

Sukses slalu buat bu lilis





Semoga sukses aja buat lilis...





Respect bu, semoga saya bisa seperti ibu????