Menjaga Kepercayaan dan Membangun Teamwork Rabu, 25 November 2020

Menjaga Kepercayaan dan Membangun Teamwork Image © ISS Indonesia.

Pagi itu di hari Jumat (18/09/20), Tim Redaksi GREAT ISS bersama lebih dari 300 manager ISS Indonesia menghadiri pertemuan bulanan dalam Managers Communication Meeting. Ada tamu istimewa yang kami tunggu dalam sesi ‘Leadership Talk’ kali ini, yaitu Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi.

Sejak mulai menjabat sebagai orang  nomor 1 di Kementerian Perhubungan pada 27 Juli 2016, Budi Karya Sumadi memang telah membawa sejumlah gebrakan melalui kebijakan-kebijakannya. Sebelum menduduki jabatan eksekutif pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, sepak terjangnya dalam memimpin beberapa perusahaan milik negara maupun perusahaan daerah Provinsi DKI Jakarta juga telah menuai prestasi yang begitu berarti bagi masyarakat luas.

Sebut saja kehadiran Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang kini merupakan wajah Indonesia di gerbang utama perhubungan udara nasional dan internasional, sewaktu ia menjadi Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II, atau revitalisasi taman kota Waduk Pluit dan Waduk Ria-Rio serta penyelesaian rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Marunda di masa ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), dan masih banyak lagi rekam jejak keberhasilannya yang lain.

Tak ayal, sosok kepemimpinan dari tokoh kelahiran Palembang, 18 Desember 1956 silam ini tentunya menjadi salah satu yang patut kita teladani. Lalu seperti apa kepemimpinan dari seorang Budi Karya Sumadi atau yang akrab disapa dengan BKS ini? Tim Redaksi GREAT ISS mengulasnya dari cerita langsung dari sang menteri tentang pengalaman dan perspektif kepemimpinan bagi dirinya.

“Satu hal yang menjadi suatu passion dari saya itu adalah bekerja untuk masyarakat.”

Arsitek lulusan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini mengawali kariernya sebagai Staf Departemen Real Estate pada Business Development Pembangunan & Property Management di PT Pembangunan Jaya Ancol pada tahun 1982. Setelah lebih dari dua dekade lamanya mendedikasikan passion atau kecintaannya bekerja melalui kariernya, pada tahun 2004, BKS kemudian mulai dipercaya untuk menjabat sebagai direktur utama dari perusahaan kawasan wisata waterfront terbesar di Indonesia ini.

“Jadi sewaktu saya diangkat menjadi dirut (direktur utama), saya itu menghadap ibu saya yang sudah tidak bisa berjalan. ‘Bu, saya itu diangkat menjadi Dirut Jaya Ancol.’ Oh, dia senang sekali. Jadi senang itu bukan karena secara finansial saya mendapatkan lebih dari yang sebelumnya, tetapi karena Ancol adalah suatu korporasi yang melayani dan memberikan sesuatu kepada masyarakat banyak. Satu hal yang menjadi suatu passion dari saya itu adalah bekerja untuk masyarakat. Saya menangis di depan ibu saya dan ibu saya bangga, dan menurut saya kebanggaan seorang ibu itu lebih dari segalanya.”

BKS yang menahkodai anak perusahaan dari Ciputra Group sampai dengan pertengahan tahun 2013 ini mengira kalau kariernya di PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk saat itu adalah destinasi terakhirnya. Namun keberhasilan kepemimpinannya telah memikat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sewaktu masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta waktu itu. Di akhir tahun 2013, BKS lalu dipercaya untuk memimpin di Jakpro, sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Saya pikir Ancol adalah destinasi terakhir saya, setelah itu saya cukup bekerja biasa. Tapi jalan menentukan lain, Pak Ahok panggil untuk saya bekerja untuk bekerja di Jakarta Propertindo. Berjalan, saya juga enjoy, punya pemimpin namanya Pak Ahok dan Pak Jokowi karena yang dipikirkan mereka adalah bagaimana melayani masyarakat. Sehingga tidak terasa 1,5 tahun kami menyelesaikan Waduk Pluit dan beberapa tempat lain. Tahun 2015, ditunjuk (Presiden) Jokowi dan Menteri Negara BUMN Rini Soemarno jadi Dirut AP II.”

“Memimpin adalah suatu amanah. Jaga kepercayaan itu.” 

Sewaktu dipercaya memimpin PT AP II, berbagai suka duka dan tantangan pun ia hadapi. Dalam pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta misalnya, tak jarang ia menerima rundungan dari masyarakat luas. Namun BKS tetap bekerja dan memimpin secara mengalir saja. Bagi BKS, memimpin adalah suatu amanah yang berarti mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan suatu tanggung jawab, dan tidak terlena oleh suatu kesuksesan.

“Jaga kepercayaan itu dengan baik. Artinya harus detail melihat apa saja yang harus dilakukan, apa saja yang harus di-improve karena kesuksesan suatu orang atau suatu lembaga itu terkadang membuat kita pongah, sombong bahwa kita yang terbaik. Itu racun. Justru kita instrospeksi pada apa yang belum bisa dilakukan.”

“Dalam memikul tanggung jawab, membangun tim itu harus dilakukan. Teamwork is a must.”

Dalam menjalani kepercayaan pemimpin negara, BKS bersyukur karena mendapatkan pimpinan yang begitu peduli untuk melayani rakyatnya, sekaligus menjadi role model yang baik bagi dirinya dan masyarakat Indonesia. BKS sebagai pimpinan dalam Kementerian Perhubungan pun berupaya memikul tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya. Salah satunya ia lakukan dengan membangun kerja sama tim yang baik antara lembaganya dengan lembaga negara lain dan para pemangku kepentingan di perhubungan darat, laut, dan udara.

“Kami, saya dan Pak Basuki (Menteri PUPR) diwanti-wanti agar menyelesaikan tugas penyerapan anggaran. Maksudnya supaya kalau itu dibelanjakan maka terjadilah outcome, manfaat dari bandara, dari pelabuhan, dari terminal dan sebagainya. Dan uang yang dikucurkan pemerintah itu bisa menjadi bagian dari masyarakat ‘menikmati’. Mereka bekerja sebagai tukang batu, bekerja sebagai operator, sehingga ekonomi tumbuh.”

“Jadi saya dengan Pak William Dirut MRT, dengan Pak Didiek Dirut KAI, dengan Pak Awal Dirut AP II, dengan Dirut Garuda, dan sebagainya itu saya anggap teman sehingga kita bisa buat teamwork. Saya bilang ke tim saya, KPI (key performance indicator) kalian itu dengan operator itu kalau bisa memiliki result yang baik, itu baru kalian berhasil. Dalam memikul tanggung jawab, membangun tim itu harus dilakukan. Teamwork is a must. Jadi hubungan kami itu cair banget.”

“Jadi saya pikir membuat teamwork itu suatu keharusan buat kita, pentingnya membangun strategi teamwork yang tangguh dan andal di masa pandemi ini. Teamwork itu tidak harus kita melakukan rapat terus, tetapi kita berikan motivasi kepada tim kita.”

“Jangan lelah untuk berusaha dan jangan lelah untuk berdoa, untuk kebaikan kita bersama.”

Di masa pandemi ini, BKS yang pernah terkonfirmasi positif menderita COVID-19 pada akhir April lalu dan telah dinyatakan sembuh pada pertengahan Mei 2020, mengajak karyawan ISS Indonesia dan masyarakat luas untuk terus semangat dan optimis, dengan melakukan yang terbaik dan memberikan contoh yang baik.

“Saya yakin orang-orang ISS adalah orang-orang yang tertib, yang punya kemauan dan mereka bekerja keras. Kalau mereka ada bekal pastilah mereka menjadi orang-orang yang terhormat yang bisa menghidupi dirinya sendiri. Sekali lagi saya salut dengan ISS dan lakukan yang terbaik. Jangan lelah untuk berusaha dan jangan lelah untuk berdoa, untuk kebaikan kita bersama. Wujudkan Asa, Majukan Indonesia.”

Dalam kepemimpinannya, Budi Karya Sumadi selalu mengedepankan untuk menjaga kepercayaan dan membangun teamwork. Ini jugalah bagian dari nilai-nilai positif yang berakar dari budaya bangsa Indonesia, yang sejalan dengan basis corporate culture ISS Indonesia, “I’m Proud to be Indonesian.”

ISS Indonesia sebagai perusahaan penyedia manajemen fasilitas dan pengalaman tempat kerja/berkegiatan, memiliki lebih dari 50.000 karyawan front liner yang mana pekerjaan mereka tidaklah bisa dilakukan dari rumah. Di masa pandemi ini, ISS Indonesia pun berkomitmen untuk memperhatikan gizi, kesehatan, dan kesejahteraan karyawannya selagi menyampaikan pelayanan terbaik untuk para pelanggan, sekaligus mendukung jalannya roda perekonomian negeri.***

<!--[if !supportAnnotations]-->
<!--[endif]-->


0 Komentar