Jujur dan Ikhlas untuk Bahagia Jumat, 27 November 2020

Jujur dan Ikhlas untuk Bahagia Image © ISS Indonesia.

Waktu itu di akhir tahun 2005, Siskah tidaklah ragu untuk memulai perjalanan dalam menjemput rezekinya melalui profesi sebagai operator cleaning service. Siskah remaja yang belum lama lulus dari jurusan Kesekretarisan di sebuah SMK di Jakarta, kala itu dengan yakin menyatakan bilamana harus membersihkan toilet umum, atau pekerjaan pembersihan lain yang akan ia lakukan, bukanlah hal yang memalukan.

“Yang penting halal, kerja kan digaji. Nggak apa-apa, nggak merasa malu. Niatnya kerja, daripada nganggur, buat jadi batu loncatan juga. Buktinya saya dari 2005 sampai sekarang tetap bertahan, masih happy juga,” ujarnya bersemangat.

Ya, dari pekerjaan pertamanya di perusahaan penyedia manajemen fasilitas terdepan, ISS Indonesia, Siskah dengan bahagia menapaki masa kedewasaannya, dimana ia memperoleh banyak ilmu serta menerima kepercayaan demi kepercayaan. Padahal, ketakutannya untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar, pernah menghalanginya.

“Namanya belum pernah kerja (di tempat lain) sama sekali. Yang pasti saya dari cleaner, mau beranjak kedewasaannya jadi pengawas, kan agak-agak sulit. Di situ saya banyak belajar dari teman-teman, dari atasan. Dari situ juga pola pikir saya jadi berubah, yang dari anak-anak jadi bisa berpikir lebih matang lagi,” jelasnya.

Kini, lima belas tahun lamanya telah berselang. Berbagai macam area penugasan pun telah ia alami, dengan berbagai macam karakter rekan kerja, atasan, maupun klien yang ia hadapi sehari-hari. Dari area rumah sakit, perkantoran, hingga di salah satu bandar udara tersibuk di dunia. Selama itu pula, pekerjaannya selalu memberikan kebahagiaan bagi dirinya.

“Pertama sih jujur, karena ingat nasihat mama saya lagi. Paling pertama banget itu kerja jujur, sudah aman. Jujur waktu, jujur tanggung jawab, segala-galanya itu jujur. Setelah itu ya ikhlas dengan apa yang kita lakukan, jadinya happy,” ungkapnya.

Bagi Siskah, yang lahir di Jakarta, 36 silam ini, orang tua dan keluarga adalah penyemangat dalam kehidupannya. Dari nasihat dan doa sang mama jugalah, ia berusaha untuk bekerja dengan sebaik-baiknya dan tetap bahagia. Dengan ketegasan yang melekat dalam kepribadiannya, Siskah membangun kedisiplinan dan mendidik anggota timnya untuk bisa belajar dan maju bersama.

“Kesannya galak, padahal saya tegas. Karena saya itu harus meluruskan apa yang nggak bener dari bawahan saya. Agar jangan malu tanya sama temen, sama operator cleaning service-nya sendiri. Kalo orang belajar kan jangan dilihat siapa yang ngajarin, tapi ilmunya yang kita serap," tuturnya.

Hal itu diiyakan oleh salah seorang teknisi yang berada di bawah kepemimpinannya, Muhammad Gerry Jordan, yang mengatakan, “Bu Siska orangnya tegas, disiplin, loyalitasnya, baik dan bertanggung jawab atas pekerjaan atau job desk yang ia jalankan.”

Demikian halnya dengan penilaian dari atasannya, Operation Head APS dan ACS, Hangga Setio Budi yang juga mengakui ketegasan, kedisiplinan dan loyalitas Siskah. “Secara kinerja sangat dapat diandalkan di area, dapat menjadi role model bagi teman dan front liners, juga seorang problem solver. Bu Siskah dapat berkomunikasi dan men-delivery ke klien dengan baik, selalu ceria di setiap awal shift sampai akhir shift, humble serta menjadi motivasi bagi tim kerjanya. Sosok Siskah sebagai rekan kerja sangat tegas, namun humoris dan dapat mengayomi tim,” ucap Hangga.

Siskah saat ini adalah Service Supervisor KSO-APS ISS Bandara Internasional Soekarno-Hatta Terminal 2, yang memimpin 65 manpower dalam setiap shift atau jadwal kerja. Di area ini, tantangan untuk mengubah mindset atau pola pikir para manpower dalam menyampaikan layanan berkualitas, serta mengedukasi pengunjung dalam menjaga kebersihan menjadi tantangan yang ia hadapi dengan sukacita.

Sebagai salah satu karyawan teladan di ISS Indonesia dalam penghargaan “The Best Employee” ke-88, November 2019 lalu, Siskah telah membuktikan kinerja berkualitas dan konsistensinya untuk menjadi bagian dari para karyawan terbaik. Kepada anggota timnya, Siskah berharap, bahkan perlahan menargetkan untuk bisa mempromosikan mereka ke jenjang yang melebihi operator ataupun team leader.

“Saya lihat ini anak buah saya, kalo dia ada kemauan ke sana (promosi) dan memang punya kemampuan, ya saya motivasi. Itu sih target saya. Ada beberapa team leader dan cleaner itu saya dorong buat jadi pengawas,” tutupnya.***


3 Komentar

Pesan saya Dunia bukan target tapi dijalankan Akhirat yang menjadi target





Ridho allah adalah ridho orang tua. Di balik kesuksesan anak nya ada Ridho dan Doa dari orang tua yang membuat kamu menjadi sekarang ini. Maka dari itu berterima kasih lah kepada kedua orang tua mu yang sudah membuat kamu sukses.





Baik,suka support kita, bijaksana, mendengar kan, tegas iya walau kadang di salah arti kan buat mereka yg hanya melihat dr sisi negatif nya, bikin kangenn klo lagi di omelin atau lagi di nasehatin, dan buat saya sendiri merasa seperti dekat dengan saudara atau kakak bagi saya kalau lagi cerita tentang hidup ????





Artikel Terkait