Terus Mencoba Sampai Mengerti Jumat, 04 Desember 2020

Terus Mencoba Sampai Mengerti Image © ISS Indonesia.

Jangan pernah lelah untuk mencoba. Coba dan cobalah, maka kamu akan mengerti.

Kalimat tersebut adalah pesan dari seorang guru yang pernah mengajar Taufik Nur Hidayat, 32, yang kini merupakan seorang service supervisor di RS Hermina Sukabumi. Karena pesan yang selalu ia ingat itu jugalah, Taufik terus mencoba untuk menata kehidupannya agar menjadi baik dan lebih baik lagi.

Salah satunya dalam hal pekerjaan. Kalau tidak pernah mencoba untuk bekerja di perusahaan penyedia layanan/jasa dan manajemen fasilitas, ISS Indonesia, nasib Taufik mungkin saja tidaklah seperti sekarang.

Waktu itu, di tahun 2013 silam, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat ini hampir saja tidak percaya kalau ada perusahaan yang mau menggaji petugas kebersihan atau cleaning service, setara dengan Upah Minimum Regional (UMR). Taufik baru percaya saat seorang temannya membuktikan hal itu kepadanya.

“Akhirnya saya kembali melamar lagi dengan modal seadanya, sampai jual handphone untuk beli sepatu pantofel hitam karet, celana hitam, kebetulan baju putihnya ada, dan untuk kontrakan juga cukup,” kenang Taufik demi bisa menjalani kelas karyawan baru (New Comer Class) setelah ia diterima bekerja.

Taufik pun ingat betul dengan perjuangannya untuk bertahan hidup sehari-hari, hanya bermodalkan uang seadanya.

“Ini pengalaman pahit ya. Jadi bagaimana caranya uangnya cukup untuk beli kebutuhan sehari-hari selama saya NCC. Saya beli roti tawar, itu biasanya paling lama expired-nya kan 5 hari. Setiap pagi saya sarapan selembar, air galon seperti biasa. Berangkat, pulang pun seperti itu,” ucapnya sendu.

Dari pengalamannya itu, Taufik tak pernah berhenti mengamalkan pesan sang guru. Ia pun terus mencoba, berserah diri kepada Tuhan dan berdoa, yang diiringi dengan terus berusaha. Ia yakin dengan adanya jenjang karier dan pelajaran nyata akan leadership (kepemimpinan), di perusahaan tempatnya bekerja.

Meski harus tertatih dalam meniti awal kariernya, namun bungsu dari dua bersaudara ini pantang pulang dengan tangan kosong, saat orang tuanya di kampung halaman di Purworejo, Jawa Tengah, sempat menawarkan bantuan untuknya.

Taufik terus mencoba dengan menerima tawaran penugasan baru, dari satu area ke area lainnya, dari satu kota ke kota lain di Jawa Barat. Dorongan dan bimbingan untuk maju, banyak ia dapatkan dari sejumlah atasan dan rekan-rekan kerjanya.

“Awalnya tidak ada niat (untuk promosi level pengawas). Sampai saya melihat teman saya yang belum lama kerja, tapi sudah naik (jabatan). Dalam hati saya, dia saja bisa, masa saya nggak bisa?” ungkapnya bersemangat.

Pernah bekerja di sebuah pabrik manufacturing, Taufik yang beralih profesi menjadi cleaning service kemudian dipercaya untuk bertugas di berbagai jenis industri area pelayanan, antara lain perkantoran dan rumah sakit.

Attitude (sikap dan perilaku), Skill (keterampilan) dan Knowledge (pengetahuan) menjadi pondasi Taufik dalam menjalani pekerjaannya. Selain itu juga nilai kejujuran dan tanggung jawab, yang betul-betul ia pegang teguh dalam dirinya, dan ia tanamkan kepada timnya di area.

“ISS core values (nilai inti) itu salah satu pokok utama juga. Karena kalau tidak ada kejujuran, pasti perusahaan tidak akan mau menggunakan jasa kita, atau skill (keterampilan) kita. Apalagi di tanggung jawab kerja, sudah pasti kita dibebankan untuk melakukan suatu pekerjaan hingga tuntas selesai sesuai target. Kalau kita tidak mampu, berarti skill, kualitas, performa diri kita kan dipertanyakan,” tegasnya.

Di area pelayanannya saat ini, RS Hermina Sukabumi, Taufik mencoba dan berupaya untuk mengubah mindset atau pola pikir, sekaligus membangun jiwa kepemimpinan pada ke-25 manpower yang kini ia kelola. Selain untuk mengembangkan karakter pribadi mereka bersama, hal ini juga tentunya dalam rangka menyampaikan pelayanan terbaik untuk pelanggan.

Seperti halnya diakui oleh salah seorang shift leader yang berada dalam tanggung jawabnya, Purwono, yang mengatakan, “Menurut saya Pak Taufik adalah seorang supervisor yang pintar dalam ilmu kepemimpinan dimana dapat meng-handle semua kendala di area, banyak strategi dan dapat mencari solusi untuk problem di area.”

Apresiasi atas kerja sama dan layanan kebersihan yang berkualitas dari Taufik dan timnya pun dinyatakan oleh Manager Penunjang Umum RS Hermina Sukabumi, Wisman Setiadi, yang mengatakan “Tindakan yang Taufik lakukan sangat memuaskan. Dia mampu mengkoordinir front liners-nya, responsif, konsisten, dan menghargai kejujuran, menjaga teamwork-nya sehingga pekerjaan berjalan dengan lancar.”

Saat COVID-19 mulai melanda dan memasuki area pelayanannya, Taufik membuktikan jiwa leadership kepada timnya. Ia yakin bahwa kunci keberhasilan menghadapi tantangan ini diawali dari keyakinan akan kemampuan ia dan timnya dalam menyikapi COVID-19.

“Karena pada saat itu belum ada basic teman-teman untuk menangani pasien COVID-19 seperti apa. Tapi gimana caranya kita meyakinkan dulu internal timnya, supaya tertangani juga dengan adanya pasien suspek. Supaya kita tidak panik, bagaimana cara bekerjanya, bagaimana kita tetap sehat,” jelasnya.

Taufik Nur Hidayat merupakan seorang karyawan teladan yang mendapat pengakuan dan apresiasi dari ISS Indonesia pada penghargaan non-monetary ‘The Best Employee’ ke-88, karena telah membuktikan konsistensi akan kinerjanya yang berkualitas.

Kini dalam tujuh tahun dedikasinya bekerja dalam bidang manajemen fasilitas dan tempat kerja/berkegiatan, Taufik akan terus mencoba demi mencapai kesuksesan masa depannya.***


1 Komentar

Luar biasa sangat tepat untuk dijadikan motivasi untuk frontliner yg ingin berkembang di iss indonesia





Artikel Terkait