Ketegasan dalam Sosok Kalem Security Jumat, 18 Desember 2020

Ketegasan dalam Sosok Kalem Security Image © ISS Indonesia.

Tak ada rotan, akar pun jadi. Tak kesampaian cita-cita untuk menjadi tentara, bekerja sebagai petugas keamanan pun ikhlas dilakoni.

Ya, Tono Martono, 31, bersyukur dengan bidang pekerjaan yang telah ia jalani selama lebih dari sepuluh tahun terakhir ini. Meski tak berhasil mencapai cita-citanya untuk bergabung sebagai anggota ABRI (sekarang TNI), namun Sang Maha Kuasa memberikannya jalan lain yang lebih baik untuk Tono lalui, yaitu menjadi anggota security guard.

Sejak bergabung dengan ISS Indonesia pada akhir tahun 2009, banyak hal yang telah mengubah pria asal Kuningan, Jawa Barat ini, kepada kebaikan, sehingga terus memberikan dedikasinya di perusahaan global penyedia layanan jasa dan manajemen fasilitas terpadu (integrated facility services) terkemuka di Indonesia.

Bersyukur untuk sisi finansial. Saya lihat lagi untuk kenaikan jenjang kariernya juga ada,” ungkap Tono.

Jenjang karier yang ia maksud, tentunya juga tak begitu saja bisa ia peroleh. Butuh waktu dan upaya dari Tono untuk membuktikan bahwa dirinya pantas mendapatkan kepercayaan, untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar.

Kinerja berkualitas dan konsistensi pun berhasil ia tunjukkan, sampai kini ia dipercaya sebagai junior supervisor security guard di area kantor pusat Danone Indonesia, yang berlokasi di Gedung Cyber 2, Jakarta dan mengelola anggota tim security sebanyak 12 orang. Adalah ibadah, kejujuran, kedisiplinan, konsistensi dan ketegasan, yang Tono tanamkan kepada dirinya dan anak buahnya dalam menyampaikan pelayanan kepada pelanggan.

“Yang pertama jangan lupa beribadah, percaya dengan Tuhan. Jujur, biar sekecil apa pun barang atau apa pun itu yang dititipkan ke kita, jangan disalahgunakan. Kedisiplinan juga, tetap konsisten di area,” tegas Tono

Dalam hal ketegasan, bagi Tono, petugas security tidaklah harus mengedepankan kekasaran secara fisik dalam mendidik. Hal itu merupakan salah satu pelajaran tak terlupakan, dari pengalamannya sewaktu pernah melakukan kesalahan namun menerima perlakuan kasar dari pengawasnya dulu.

“Saya ingat orang tua. Orang tua nggak pernah menabok atau menampar untuk mendidik, tapi mereka kasih contoh. Gimana sih kasih tahu si anak ini, tapi jangan sampai tangan melayang. Zaman sekarang kalau dikasarin bukannya jadi baik, malah bisa ada masalah baru, ucap Tono.

Selain itu, ia juga memacu semangat timnya untuk bekerja sama dengan baik dan bisa menghindari kesalahan. Tono mengatakan, Satu prinsip saya, kalau satu salah ya semua salah. Tapi kalau satu benar, ya satu itu saja yang benar. Misal si A kerjanya bagus, ya saya lihatnya si A yang bagus. Tapi kalau si B salah, itu bukan salahnya si B tapi salah semuanya. Jadi kalau ada satu salah itu diperbaiki, jangan sampai kena semua,” jelasnya.

Kedekatan dengan klien atau pelanggan di area juga berhasil ia dan timnya bangun, dan ia pun menjaga profesionalitas kerja di areanya. “Kita bekerja dengan klien ini mewakili ISS, tapi jangan sampai kita kebablasan karena kita dekat sama klien. Kita jaga policy kita sebagai duta dari perusahaan ISS,” lanjut Tono.

Facility Service Safety Officer Danone Indonesia, Dicky Widiyanto mengapresiasi kinerja dan kemampuan Tono dalam memimpin anggota tim petugas keamanannya dalam pelaksanaan pengamanan dan monitoring tiap lantai di kantor pusat Danone Indonesia. Dicky mengatakan, “Pak Tono selalu ada kerja sama dengan pihak kami, me-monitoring dampak-dampak yang akan terjadi agar jangan sampai itu terjadi. Pak Tono memperlihatkan kepada kami bahwa safety dan security itu harus diutamakan.

Bagi atasannya, pembawaan Tono yang cukup kalem memberikan kesan bahwa Tono cenderung sedikit bicara banyak bekerja. Site Head Danone Gedung Cyber 2, Supriyanti mengatakan, “Setiap ada permasalahan yang terjadi, laporan ke saya itu selalu sudah selesai. Jadi hanya sekadar informasi. Tapi pada saat dia menyelesaikan masalah dan masalah itu mentok, dia pasti langsung infokan ke saya. Menurut saya, Pak Tono menjalankan fungsinya sebagai leader dengan baik.”

Di tengah kondisi COVID-19, Tono begitu menekankan pentingnya berdisiplin dengan protokol-protokol yang harus dijalankan, di mana pun ia dan anggota timnya beraktivitas. Untuk memastikan kondisi kesehatan timnya, rapid test mereka lakukan setiap bulannya. Penerimaan tamu di area pelanggan juga terpusat di satu lantai saja, demi menghindari adanya risiko penyebaran di area klien.

Selain itu, sejumlah tantangan lain juga tengah Tono hadapi dan ingin tingkatkan. Misalnya yang berkaitan koordinasi dengan aparat keamanan maupun pemuka lingkungan di sekitar area tugasnya, serta meningkatkan strategi pengamanan yang lebih kuat lagi.

Bekerja dengan giat. Kita bekerja pasti ada halangan dan tantangan yah kita hadapi dan cari solusinya,” ringkas Tono.

Tono Martono merupakan seorang karyawan teladan yang dinobatkan sebagai anggota Bima Club dalam penghargaan ‘The Best Employee’ ke-88 di bulan November 2019 lalu. Dari semua yang Tono lakukan melalui pekerjaannya, adalah orang tua dan keluarga kecilnya yang menjadi tujuannya. Bapak dua putri ini begitu ingin membahagiakan mereka.***


1 Komentar

Mantap komandan





Artikel Terkait
Memaknai Hasil Sebuah Proses
Jumat, 18 Mei 2018

Memaknai Hasil Sebuah Proses

Melayani Dari Hati, Untuk Memberi Arti
Senin, 28 November 2016

Melayani Dari Hati, Untuk Memberi Arti

Konsisten Pada Cita-Cita
Senin, 21 Mei 2018

Konsisten Pada Cita-Cita

Usia Bukan Halangan Untuk Berkarya
Senin, 02 Oktober 2017

Usia Bukan Halangan Untuk Berkarya