Mengubah Haluan Karier Tanpa Pandang Gengsi Jumat, 25 Desember 2020

Mengubah Haluan Karier Tanpa Pandang Gengsi Image © ISS Indonesia.

Pernah bekerja di gerai minimarket sampai menduduki posisi sebagai kepala toko, ia memutuskan untuk menanggalkan jabatan terakhirnya. Setelah lima tahun lamanya ia merintis karier pertamanya itu, ia mengubah haluan dan menjadi seorang petugas kebersihan.

Haris Sudrajat, 31, menceritakan alasan terbesarnya meninggalkan pekerjaan sebelumnya tersebut. Meskipun jenjang karier dari seorang staf hingga menjadi kepala toko bisa ia dapatkan, namun ia merasa tanggung jawab yang dipegangnya dulu tidaklah sebanding dengan banyaknya risiko material yang harus ia hadapi dan dibebankan kepadanya.

“Saya bekerja dari tahun 2009 hingga 2014 mulai dari staf hingga menjadi kepala toko, dan memutuskan berhenti dari salah satu usaha bisnis minimarket di Indonesia karena saya merasa ada kebijakan-kebijakan yang merugikan sebagai karyawan,” cerita Haris.

Hidup harus terus berjalan. Haris pun memulai kembali kariernya dari awal dan ia tidak gengsi untuk menjalani profesi sebagai petugas kebersihan, tepatnya dari level operator cleaning service. Pria kelahiran Sumedang, Jawa Barat ini berharap dapat kembali menciptakan kariernya dan menjadi lebih baik bersama perusahaan global nomor 1 di industri jasa kebersihan ini.

“Di ISS itu saya merasa bangga karena benar-benar menghargai pekerjaan operator. Di perusahaan sebelumnya, mengambil keputusan itu secara sepihak tanpa melibatkan operator. Tapi di ISS berbeda, dan ISS lebih perhatian,” tuturnya.

Haris kini menjabat sebagai Supervisor RS Hermina Mekarsari Cileungsi, setelah kurang lebih enam tahun lamanya memberikan pelayanan bersama ISS Indonesia. Selama itu juga, ia dipercaya untuk menjalani tugas pada beberapa macam bidang industri, seperti area manufaktur dan healthcare.

Haris juga mengungkapkan bahwa selama ini ia dapat bekerja dan memberikan pelayanan secara tenang bersama ISS Indonesia karena adanya Standar Operasional Pekerjaan (SOP) yang jelas dan sesuai di perusahaan penyedia manajemen fasilitas ini.

Sejak bekerja di ISS Indonesia, ia pun merasakan perubahan sikap dan perilaku di dalam dirinya yang menjadi lebih positif. Hal ini menumbuhkan kebanggaan pada dirinya akan profesi dan perusahaan yang menaunginya. Selain juga, karena kemampuan berkomunikasinya yang menjadi berkembang selama menjalani tugas dan tanggung jawabnya di bidang pelayanan jasa.

Sekarang jadi lebih banyak belajar berkomunikasi dengan baik, karena mau tidak mau. Saya bangga saat ditanya, bekerja di mana? Di ISS Indonesia,” ucapnya dengan penuh keyakinan.

Haris ingat dengan tantangan yang pernah ia hadapi saat menjadi junior supervisor pada area manufaktur di daerah Karawang, Jawa Barat. Area kerja tersebut bahkan kerap disebut sebagai salah satu area 'neraka' karena harus bekerja di dalam pabrik, dengan suhu yang sangat tinggi. Selain kondisi area bekerjanya yang memang panas, faktor cuaca di sekitar pabrik yang juga panas, kerap menjadi tantangan ekstra baginya.

“Permintaan pembersihannya cukup ekstrem, seperti di area yang sukar dibersihkan. Saat hari Lebaran diminta membersihkan area batu bara dan itu sangat melelahkan, namun menjadi pengalaman yang sangat mendidik saya dan saya dapat memuaskan klien dengan segala tantangan yang diberikan,” ungkap Haris.

Pelayanan prima dan konsistensi Haris dalam memberikan pelayanan terbaik tidak terlepas dari dukungan keluarga. Sejak awal banting setir dan meski harus memulai kariernya dari bawah lagi, keluarga selalu mendukungnya secara positif.

“Yang penting kerja ikhlas demi keluarga, buat saya yang penting bekerja, mengangkat derajat orang tua. Yang penting tidak egois dan tidak gengsi. Kerja lurus saja, jangan tengok kiri kanan, fokus pada tujuan,” tutur Haris.

Di area healthcare yang ia tangani saat ini, Haris mendapatkan apresiasi karena konsistensi pelayanan prima yang mampu ia buktikan. Kepribadian dan profesionalitasnya sebagai pemimpin tim cleaning services di area, juga membawa kesan positif tersendiri di mata klien.

“Pak Haris sangat membantu akan kebersihan, kenyamanan dan keamanan pasien dengan selalu konsisten melakukan sterilisasi area RS di masa pandemi COVID-19 ini. Pak Haris orangnya cekatan, terampil, supel dan mempunyai respon yang baik dalam memberikan pelayanan di RS Hermina Mekarsari,” ungkapan apresiasi dari Komite PPI RS Hermina Mekarsari, Yunita Panjaitan.

Kemampuan Haris dalam memimpin dan membangun tim juga diakui oleh atasannya terdahulu, saat masih bertugas di area manufaktur Karawang. Haris dinilai sebagai sosok pemimpin yang ulet, rajin dan bertanggung jawab, yang bisa memberikan kualitas pelayanan terbaik dan menjadi role model bagi timnya.

Site Head area Manufacturing Karawang, Iwan Sunarya yang pernah cukup lama bekerja sama dengan Haris mengatakan, “Dia mempunyai prinsip pekerja keras, disiplin dan bisa membangun tim yang dipimpin menjadi tim yang hebat dalam menciptakan pelayanan di area, sehingga tercipta suasana bersih, aman dan nyaman bagi klien.”

Haris memiliki harapan untuk dapat terus memberikan pelayanan terbaik bersama ISS Indonesia, untuk bisa meningkatkan jenjang karier selanjutnya, dan untuk dapat menjadi Great leader di ISS.***


0 Komentar