Inovasi dan Kejujuran yang Membawa Prestasi Jumat, 01 Januari 2021

Inovasi dan Kejujuran yang Membawa Prestasi Image © ISS Indonesia.

Hobi mengutak-atik komputer telah membawa Suwito, 31, untuk mampu berinovasi. Ditambah lagi dengan sejumlah ilmu yang ia peroleh dulu, saat menjalani pendidikan formal tingkat menengah di SMK dan mengambil kejuruan informatika, Suwito seakan memiliki bekal yang mendukung digitalisasi yang ia kembangkan di bidang pekerjaannya sekarang.

Suwito adalah seorang Service Supervisor & HSE Officer ISS Indonesia di area PT HM Sampoerna, Tbk. Sukorejo Plant dengan layanan jasa/fasilitas terpadu (Integrated Facility Services/IFS). Sosoknya dinilai sangat inspiratif di mata pelanggan karena membuat pekerjaan di area menjadi lebih efektif dan efisien.

Hal tersebut diakui oleh Client IFMS East, Hendrik Pamungkas yang mengatakan, “Suwito banyak sekali menghasilkan improvement dan inovasi yang membantu dalam proses pekerjaannya. Improvement yang paling banyak dilakukan adalah digitalisasi, mulai dari SPA, safety trigger, yang mana ini sejalan dengan industri 4.0 yang saat ini lagi berkembang."

SPA, salah satu inovasi Suwito, merupakan singkatan dari Scoring Performance Area. Suwito mengembangkan SPA secara digital untuk mendapatkan data penilaian pekerjaan di suatu titik area menjadi lebih cepat, mengingat area yang ia tangani mencapai luas 182 hektar. Penilaian SPA yang memiliki angka 1 sampai dengan 5 dan dilakukan oleh team leader, kemudian divalidasi dengan inspeksi oleh supervisor dan site head melalui sampling pada beberapa titik area dengan nilai paling rendah dan nilai tertinggi. 

Selain SPA, masih ada sejumlah inovasi maupun kemajuan lain yang telah Suwito lakukan, termasuk dalam hal memimpin tim operator layanan yang dipercayakan kepadanya, menjadi lebih baik. Bergabung di ISS Indonesia sebagai team leader di area yang sama pada tahun 2015, Suwito menerima tantangan untuk mengelola manpower yang terbilang “agak bandel” karena memiliki tingkat kinerja yang rendah.

“Saya diminta untuk membimbing agar mereka menjadi orang yang skill-nya bagus, attitude-nya bagus. Pertama itu saya kencengin, tapi akhirnya mereka malah berontak. Ternyata saya menyadari, oh bukan ini caranya. Akhirnya saya encourage mereka, saya dekati," tutur Suwito.

Suwito melanjutkan, “Setiap hari kita komunikasi intens, ada permasalahan apa, kita bahas. Nah akhirnya sudah timbul semacam rasa kekeluargaan, jadi saling peduli, dan akhirnya mereka menyadari bahwasanya di area HM Sampoerna ini adalah rezeki yang memang harus kita jaga.”

Pengalamannya itu pun menjadi tantangan tersendiri bagi pria kelahiran Pasuruan, Jawa Timur ini. Dari banyaknya tantangan lain yang ia hadapi dalam mengemban kepercayaan tugas yang diberikan kepadanya, sarjana lulusan Ekonomi Manajemen dari sebuah perguruan tinggi di Jawa Timur ini menganggap bahwa tantangan terbesarnya adalah dalam menghadapi masyarakat di sekitar areanya.

“Tantangan terbesarnya itu di masyarakat, kalau di sini. Jadi ketika orang yang ditokohkan ini bilang, kita harus mengikuti. Jadi kita harus sering-sering sowan (menemui, menjalin hubungan baik). Jadi ketika ada masalah, beliaunya ikut membantu kita,” jelas Suwito.

Tak heran, kemampuan dan profesionalitas Suwito dalam menjalani pekerjaannya juga diapresiasi oleh atasannya. Suwito adalah sosok karyawan kami, tim kami yang sangat tangguh, inovatif, jujur, bahkan inovasinya sudah diakui oleh klien,” ujar Site Head ISS Indonesia area PT HM Sampoerna Tbk. Sukorejo Plant, M. Sulton.

Suwito begitu berusaha untuk menjunjung tinggi empat core values atau nilai inti ISS, terutama kejujuran. “Prinsip dalam hidup saya itu harus jujur. Jujur itu pondasi saya yang paling utama. Walaupun manusia lain tidak melihat, tapi Tuhan melihat,” tegas Suwito.

Dalam hal pekerjaan, ia menambahkan, “Jadi apa pun kondisinya itu harus jujur dan harus dikomunikasikan. Karena kita sebagai leader itu harus memberikan solusi ketika mereka mengalami suatu kendala. Kalau kita tahu permasalahannya, kita akan tahu cara penyelesaiannya, jadi mereka akan mengikutinya dan nggak terus melenceng.”

Suwito mengakui bahwa ia banyak belajar dengan menerapkan empat nilai inti ISS, yang merupakan budaya perusahaan ISS. Dengan Honesty we respect, Responsibility we care, Quality we deliver, dan Entrepreneurship we act, bapak dua anak ini juga mengalami perubahan perilaku yang signifikan di mata keluarganya.

Suwito menceritakan, “Kalau dari istri sih mungkin saat ini, yang disampaikan istri itu, saya lebih tenang, kayak slow, pokoknya santai. Kalau dulu itu kan saya gampang panik, suka terburu-buru mengambil keputusan,” ucapnya.

Sebenarnya, masih banyak cerita menarik dan inspiratif lain dari Suwito selama lima tahun ini berkarier di perusahaan penyedia manajemen fasilitas terkemuka, ISS Indonesia. Ia sendiri bilang, “Kalau diceritakan semua mungkin bisa jadi satu buku,” candanya.

Namun yang pasti, inovasi dan prestasi Suwito telah mengantarkan ia ke dalam jajaran para karyawan terbaik di ISS Indonesia. Bersama perusahaan yang selalu mengedepankan nilai kepatuhan (compliance) dalam operasional bisnisnya ini, Suwito pun berhasil menemukan tujuan hidupnya.

“Tujuan hidup saya sekarang itu untuk mendapatkan rahmat Tuhan, cuma itu aja. Makanya saya sekarang tenang-tenang saja, mendapat pressure seperti apa pun, yang penting saya tenang dan memberikan yang terbaik. Kalau tujuan saya di dunia, saya kepingin umroh ataupun naik haji. Semoga saja,” pungkasnya berdoa.***


1 Komentar

berkah selalu Pak Suwito