Jangan Memandang Rendah Pekerjaanmu Sendiri Jumat, 08 Januari 2021

Jangan Memandang Rendah Pekerjaanmu Sendiri Image © ISS Indonesia.

Sampe Mahrifin Banurea tumbuh besar di Nanggroe Aceh Darussalam. Sejak usia satu tahun, kedua orang tuanya merantau di provinsi paling barat Indonesia ini untuk mencari pekerjaan.

Sampe, nama panggilannya, merupakan salah seorang peraih penghargaan bergengsi di ISS Indonesia, yang membuatnya menjadi salah satu karyawan untuk diteladani atau menjadi role model bagi karyawan lainnya.

Sampe, yang berdarah asli Dusun Laeleam, Pakpak Bharat, Sumatra Utara ini bercerita, selulusnya dari Sekolah Menengah Atas (SMA) di tahun 2012, ia langsung merantau ke kota Medan dan memulai karier pertamanya sebagai operator cleaning service dengan area penugasan di sebuah perusahaan media cetak.

“Saya tumbuh besar di Aceh, merantau ke kota Medan untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik,” awal mula cerita Sampe.

Awalnya pria kelahiran 26 tahun lalu ini tidak mengetahui pekerjaan apa yang ia lamar di perusahaan media cetak tersebut, karena ia mendapatkan tawaran pekerjaan dari salah seorang kerabatnya. Hingga pada tahap pelatihan di ISS, atau lebih dikenal dengan New Comer Class (NCC), ia baru mengetahui bahwa pekerjaan yang ia lamar adalah sebagai operator cleaning service.

Mengetahui pekerjaan yang ia lamar tersebut, tidak membuat Sampe mengurungkan niatnya. Ia ingat kalau tujuan utamanya merantau adalah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak, baik untuk dirinya maupun untuk kedua orang tuanya.

“Dukungan orang tua sangatlah berperan, orang tua saya waktu mengetahui saya bekerja sebagai cleaning service tidak mempermasalahkannya, ‘yang penting halal’ ucap orang tua saya. Terpenting lagi saya bisa mendapatkan pekerjaan karena saya tinggal jauh dari orang tua yang berada di Aceh,” cerita Sampe.

Sampe menuturkan, sempat ada rasa malu saat menjalani pekerjaannya waktu itu. Selain rasa malu, sebagai anak lulusan SMA yang baru pertama kali bekerja, ia merasa pekerjaan cleaning service bukanlah pekerjaan yang ringan karena sangat menguras tenaga.

Motivasi pun terus ia bangun untuk dirinya sendiri, dengan mengingat kembali tujuannya bekerja. Hal ini membuatnya mampu beradaptasi setelah dua minggu saja bekerja, dan sudah mulai terbiasa dengan lelahnya bekerja sebagai cleaning service.

Namun berbeda halnya dengan adaptasi dirinya untuk membuka mata dan menerima profesinya ini dengan lapang dada.  “Untuk menerima profesi sebagai cleaning service, saya butuh waktu satu bulan untuk bisa menerima diri sendiri,” singkatnya.

Lelah dan letihnya bekerja, serta rasa malu yang ia rasakan selama satu bulan pertamanya memberikan pelayanan, seketika sirna saat ia menerima gaji pertamanya secara tepat waktu dari perusahaan.

Sampe dengan penghasilan pertamanya, dan pertama kalinya memiliki sebuah kartu ATM kala itu, mentransfer sebagian penghasilan pertamanya kepada orang tuanya. Orang tuanya yang sadar betul bahwa anaknya tersebut tinggal jauh dari mereka, tidak mengharapkan apa pun dari penghasilan Sampe.

“Orang tua malah tidak menyarankan saya membagi penghasilan saya, lebih berharap uangnya digunakan untuk kebutuhannya tinggal sendiri di kota Medan,” ucap Sampe.

Seiring waktu, tentunya sempat terbersit di dalam diri Sampe untuk mencari pekerjaan yang lebih ‘enak.’ Namun kepatuhan perusahaan dalam memperhatikan hak dan kesejahteraannya sebagai karyawan, membuat Sampe mengurungkan niat untuk mencari pekerjaan lain.

Di tahun 2013, Sampe lebih memilih untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang S1, sembari tetap memberikan pelayanan terbaik bersama ISS Indonesia.

Tidak ada hasil yang mengkhianati sebuah usaha. Sampe yang mampu membuktikan pelayanan terbaiknya kemudian dipromosikan menjadi junior supervisor di tahun 2015. Pada tahun 2017, Sampe bahkan berhasil menyelesaikan pendidikan S1 dan meraih gelar sarjananya.

“Setelah memiliki gelar S1, terbersit kembali untuk mencari pekerjaan lain. Sebagai orang yang tumbuh dan besar di desa, menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi salah satu pilihan utama berikutnya,” ucap Sampe tentang pemikiran sekilasnya.

Namun Sampe Kembali mengurungkan pikirannya dan yakin bahwa ia memiliki kesempatan untuk dapat terus meniti karier ke jenjang yang lebih baik di ISS. Benar saja, karena di tahun 2020, Sampe mendapatkan promosi jabatan menjadi supervisor. Hal ini menjadi bukti loyalitas Sampe dalam memberikan pelayanan terbaik bersama ISS kepada klien.

Yang membuat saya tanpa terasa delapan tahun memberikan pelayanan bersama ISS, karena ISS mengubah saya menjadi sosok yang lebih baik. Tepatnya saya menjadi lebih disiplin, tepat waktu dan lebih berkembang,” tutur Supervisor area Bandara Kualanamu Medan tersebut.

Kinerja Sampe pun diakui oleh atasannya, Site Head KSO-APS Bandara Kualanamu, Beng Syandi. “Pak Sampe adalah sosok pemimpin yang kreatif, inovatif dalam memberikan dan menciptakan great experience kepada pelanggan, sehingga pelanggan merasa happy. Dan itu terbukti dari penilaian Asosiasi Toilet Indonesia yang mana saat ini, Kualanamu mendapat nilai Gold berkat kerja keras Pak Sampe dan tim,” apresiasi Beng Syandi kepada Sampe.

Sampe berharap agar ia dapat menumbuhkan bibit-bibit unggul dari tim yang ia kelola, agar mendapatkan promosi juga seperti dirinya, dan untuk menjadi calon pemimpin di ISS Indonesia.

Jangan memandang rendah pekerjaan diri sebagai cleaning service, jangan malu atau minder. Kerja baik dan fokus saja. Tuhan akan menilai dan mengembalikan apa yang sudah kita lakukan. Sebisa mungkin tidak mengeluh, Tuhan akan mengganti usaha kita suatu saat,” pesan Sampe kepada timnya.***


0 Komentar
Artikel Terkait
Belajar dari Tantangan dan Pengalaman
Senin, 14 Oktober 2019

Belajar dari Tantangan dan Pengalaman

Bapak, Sosok Inspiratorku
Senin, 18 September 2017

Bapak, Sosok Inspiratorku

Lebih Dari Sekadar Security
Jumat, 26 Juni 2020

Lebih Dari Sekadar Security