Semangat dan Tekad sebagai Pembuktian untuk Menjadi Lebih Baik Jumat, 15 Januari 2021

Semangat dan Tekad sebagai Pembuktian untuk Menjadi Lebih Baik Image © ISS Indonesia.

Pencapaian seorang Sri Artati Mulya, 22, yang memilih untuk bekerja menjadi operator cleaning service adalah pembuktian bahwa pilihannya tidaklah salah. Walau keputusan anak rantauan asal Indramayu, Jawa Barat ini sempat diragukan oleh orang-orang di sekitarnya, namun hal itu justru menjadi penyemangat bagi dirinya untuk membuktikan dan mengubah pandangan orang lain terhadap profesinya.

Kala itu di tahun 2017, Artati baru saja menyelesaikan pendidikan dan masih menunggu surat tanda kelulusan beserta ijazah dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tempatnya menimba ilmu teknik komputer. Sulung dari dua bersaudara ini memutuskan untuk mencari peruntungan pekerjaan di ibu kota, dibandingkan hanya berdiam diri dan bersantai menunggu ijazah.

Dengan keadaannya saat itu, tidak banyak pilihan pekerjaan yang dapat ia lamar. Namun dengan bermodalkan tekad, ia memantapkan diri untuk menerima tawaran bekerja di salah satu restoran di Jakarta yang ia dapatkan melalui pencarian kerja di media sosial. Artati kemudian pergi mengadu nasib dan meninggalkan keluarganya di kampung halamannya.

Dua bulan berselang, Artati yang bekerja sebagai pelayan dan kasir merenungkan kembali, apakah dengan pendapatan yang tidak seberapa dan jam kerjanya saat itu, ia ingin terus bekerja di restoran. Setelah mendapatkan bantuan informasi dari teman dan saudara, Artati pun memutuskan untuk berhenti bekerja dari restoran dan mencoba melamar sebagai seorang operator cleaning service di ISS Indonesia ketika ijazah kelulusan telah ia pegang.

Artati mengakui bahwa ia tidak pernah memiliki cita-cita untuk menjadi seorang petugas kebersihan. Namun tidak ada rasa malu di dalam dirinya untuk melakoni pekerjaan tersebut. Nggak gengsi untuk menjadi seorang cleaner, apa pun pekerjaannya. Selagi masih halal, yang penting bisa menyejahterakan kita dan menghidupi kita,” ucap Artati dengan bangga.

Ketika melamar sebagai cleaner, Artati percaya bahwa ia tidak akan selamanya berada di posisi operator cleaning service. Ia pun menceritakan salah satu kejadian yang menjadi cambuk dan membuatnya semakin yakin untuk meneruskan kariernya di perusahaannya bernaung kini.

“Saat itu ada acara di kantor dan memesan makanan dari restoran tempat saya dulu bekerja. Ternyata yang mengantarkan makanannya adalah supervisor saya dan dia bilang ke saya ‘Sudah enak kerja di restoran kok malah berhenti, jadi cleaning service’ dengan nada bercanda,” kenangnya. “Tapi hal ini menjadi motivasi saya untuk menunjukkan bahwa saya bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi dalam satu sampai dua tahun ke depan,” ucapnya bersemangat.

Kejadian ini menjadi pemicu bagi Artati untuk membuktikan bahwa keputusannya menjadi seorang cleaner bukanlah hal yang buruk. Beragam rintangan, suka dan duka Artati lewati selama bekerja dalam bidang layanan jasa ini.

Perlakuan yang ia terima dalam melakoni tugasnya membuatnya tersadar dan ia jadikan pembelajaran untuk selalu menempatkan diri di sepatu orang lain. “Saya kini paham bagaimana sakitnya ketika kita menyapa namun nggak dibalas, saya jadi belajar untuk menghargai orang lain,” ujarnya.

Tekad, komitmen dan kerja keras Artati selama tiga tahun berdedikasi di perusahan penyedia layanan jasa dan fasilitas ini pun membuahkan hasil. Di usianya yang terbilang muda, ia telah dipercaya untuk menjadi seorang junior supervisor dan dapat membantu perekonomian keluarganya di Indramayu.

“Tiga tahun saya bekerja di ISS, setiap tahunnya saya bisa mendapatkan banyak hal. Saya bisa punya motor sendiri, membantu biaya orang tua dan adik di kampung, serta bisa membeli tanah di kampung halaman dan kini saya bisa meneruskan pendidikan saya,” cerita Artati.

Tentu perjalanan yang Artati lalui untuk mencapai titik saat ini, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, seperti yang mungkin terlihat oleh orang-orang di sekitarnya. Selain mengalami pemindahan area dan harus beradaptasi dengan lingkungan baru, Artati juga sempat ragu untuk menerima promosi.

Waktu itu, ia juga tengah mengenyam pendidikan S1 di bidang Teknik Informatika. Ia khawatir tidak dapat membagi waktu sembari terus berupaya memberikan pelayanan prima. Namun kepercayaan dari atasan, serta dukungan dan semangat dari kedua orang tuanya menjadi pengingat dan penyemangatnya untuk mencapai tujuannya.

“Orang lain saja percaya sama saya, kenapa saya nggak. Kalau kita benar-benar merawat tanaman kita (jerih payah), buahnya akan sesuai dengan keinginan. Walau saya capek dan susah, saya yakin usaha tidak akan mengkhianati hasil,” ucapnya dengan penuh semangat.

Dalam kesehariannya bertugas di area Kementerian Perhubungan, Artati pun membagikan pengalaman yang ia lalui kepada rekan kerjanya di area. Ia paham kalau tidak semua orang memang menginginkan bekerja sebagai seorang operator cleaning service. Namun menurutnya, hal itu bukanlah alasan untuk bermalas-malasan dan tidak memberikan pelayanan yang optimal.

“Walau menjadi cleaner itu nggak sesuai keinginan, tapi di sini kita harus bisa tunjukkan kalau kita bisa dan mampu menjalankannya. Jangan sampai karena nggak mampu dan nggak mau, pekerjaan kita menjadi nggak karuan,” tutur Artati.

Jiwa kepemimpinan Artati juga diakui oleh anggota timnya di area Kementerian Perhubungan, Didi Zaenudin. Didi mengatakan, “Bu Sri Artati itu orangnya humble banget. Baru beberapa bulan bertugas di area Kementerian Perhubungan tapi sangat cepat akrab dengan kita semua di sini, tidak pelit ilmu juga di sela-sela kesibukannya masih selalu menyempatkan untuk mengevaluasi kita, bukan hanya dari segi pekerjaannya bahkan selalu bisa me-refresh materi-materi ISS yang kadang kita lupa,” terang Didi.

Sementara itu atasannya terdahulu ketika bertugas di area JCC Kemayoran, Prananda Wikarma Mertha mengakui kegigihan dan kemampuan Artati dalam bekerja memberikan pelayanan. “Sri Artati Mulya menurut saya sosok yang pekerja keras, mau terus maju untuk belajar, dan mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja,” jelas Prananda, Site Head Specialised Services Jakarta Selatan.

“Saya sangat senang bisa bekerja bersama pengawas yang memiliki integritas, kepekaan dalam pengecekan yang sangat baik dan berusaha membuat tim di bawah semakin baik dan sensitif dalam menjaga kualitas. Hal ini terbukti dengan rekomendasi yang sama dari klien kami di Kementerian Perhubungan tentang sosok Bu Sri,” ungkap Andrih, Area Head Kementerian Perhubungan, yang kini menjadi atasan di tempat Artati bertugas.

Di tahun 2021 ini, Artati berharap dapat menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama dalam memberikan kontribusi yang lebih baik di area kerjanya.

“Area kerja itu ibarat rumah kita tinggali, dan saya punya target mau jadi seperti apa gedung tempat saya bekerja ini. Itu yang selalu saya tanamkan di diri saya. Semoga klien dan atasan di tempat saya bekerja dapat percaya dengan saya,” tutup Artati.***


0 Komentar