Niat dan Ikhlas Belajar untuk Berkembang Jumat, 05 Februari 2021

Niat dan Ikhlas Belajar untuk Berkembang Image © ISS Indonesia.

Rasa syukur kepada Tuhan tak hentinya terucapkan oleh Yadi, saat menceritakan perjalanan hidup hingga karier yang ia jalani saat ini. Banyak hal yang telah membuat dirinya berkembang dan menjadikannya sebagai pribadi yang lebih baik, terutama selama tiga tahun terakhir.

Semua berawal ketika Yadi Karyadi, 33, mulai bekerja sebagai operator gardener di ISS Indonesia pada bulan Oktober 2017. Di tengah kebutuhan biaya persalinan istri untuk anak pertama mereka, Yadi menjalani pelatihan bagi karyawan baru selama sembilan hari. Ia dinyatakan lulus dan ditugaskan untuk memberikan pelayanan di area pabrik food and beverages, PT Forisa Nusapersada.

Dalam waktu tiga bulan pertamanya bekerja, Yadi mendapat penilaian yang baik dari salah seorang team leader-nya, dan mendapat tawaran untuk mengikuti pelatihan kadet selama setahun.

“Saya bilang, sanggup Pak. Saya diceritakan kalau di sini ada jenjang kariernya. Saya nggak mau hanya di satu tempat. Saya juga harus berkembang. Dari situ saya selama training, saya tangkap pelajarannya, dicatat buat kehidupan saya sehari-hari, di lingkungan tempat tinggal saya, buat di tempat saya bekerja,” ujar Yadi.

Di ISS Indonesia, kesempatan untuk meniti jenjang karier begitu terbuka bagi setiap karyawan yang mampu membuktikan kualitas kinerja dan konsistensinya. Tak sampai di situ, pengembangan karakter juga karyawan dapatkan melalui pekerjaan mereka sehari-hari dan sikap pelayanan yang terpuji, yang berlandaskan pada nilai-nilai dan budaya perusahaan.

Kemauan Yadi untuk mengembangkan diri juga tampak bagi Site Head ISS Indonesia di PT Forisa Nusapersada, Maulana Afchor Aulia. Yadi yang dinilai jujur, tekun, dan ulet, tidak sekadar menjalankan pekerjaan melainkan juga mampu memberikan solusi kepada klien. Hal itu terbukti dengan sejumlah metode bekerja Yadi yang saat ini dipakai dalam penyampaian layanan kebersihan (cleaning) dan pertamanan (gardening) di area PT Forisa.

“Yadi Karyadi menurut saya, orang yang sangat peduli dengan apa yang menjadi fokusnya klien di sini. Dari sisi administrasi kayak pekerjaan periodik, pekerjaan daily itu sudah bisa dikerjakan,” ungkap Maulana.

Yadi sendiri meyakini kalau niat dan keinginan untuk belajarlah yang membuat dirinya mampu mengubah karakter dan pola pikirnya menjadi seperti sekarang.

Padahal, kalau melihat perjuangan di masa lalunya, pria asal Kuningan, Jawa Barat ini pernah putus sekolah saat masih berusia 14 tahun. Anak kelima dari sembilan bersaudara ini kemudian dibawa merantau oleh ayahnya ke Tangerang, Banten, dan ikut bekerja bersama kakak pertamanya menjadi pembantu rumah tangga.

Tak ada waktu dan biaya yang ia miliki untuk bisa kembali bersekolah seperti anak-anak seusianya, waktu itu. Yang terpikir olehnya hanyalah membantu kedua orang tua dan adik-adiknya di kampung. Namun ia bersyukur, majikannya peduli dan mau membiayainya untuk mengikuti ujian kejar paket B dan A sehingga bisa punya ijazah setara tingkat SMA.

Satu pesan sang kakak yang selalu diingat oleh mamang, panggilan Yadi sebagai adik laki-laki di dalam keluarganya. “Mamang sudah terlanjur sabar. Jangan sampai kesabaran yang sudah mamang tanam, jangan sampai hilang. Harus sabar, walaupun ke depannya nanti sudah punya anak. Kalau ada masalah yang besar gitu jangan hilang kesabaran, jangan putus asa. Kalau kita yakin, pasti semua jalan akan terbuka,” kenang Yadi.

Pesan itu jugalah yang ia tanamkan pada dirinya dalam bekerja, sekaligus belajar dalam menciptakan kebersihan dan kenyamanan di area penugasannya selama ini.

“Kalau saya ini nggak sekolah, cuman sekadar berbicara, melihat, menganalisa, dan koordinasi juga sama orang-orang di area itu yang lebih pintar, biar kita juga ikut paham. Dan intinya mau belajar, bekerja itu harus benar-benar ikhlas, juga dari niat dan harus kita yakinin, jadi bukan sekadar niat. Kalau memang kita ikhtiar, usaha, tetap dapat hasilnya nunggu Yang Kuasa,” tegas Yadi.

Sekarang, Yadi telah merasakan perubahan karakter dan pola pikir di dalam dirinya. Dari pribadi yang pendiam dan tertutup, pekerjaan yang ia lakoni di perusahaan penyedia layanan jasa dan manajemen fasilitas ini telah membuatnya mampu berkomunikasi dan bersosialisasi dengan lingkungan di sekitarnya. Dari yang hanya berpikir untuk saat ini, ia jadi memiliki pemikiran untuk masa depan.

Apresiasi dan ucapan terima kasih bahkan disampaikan oleh klien, yang mengakui hasil pekerjaan Yadi. Klien pun mendukung pencapaian Yadi dan berharap Yadi semakin menjadi inspirasi bagi rekan-rekan ISS Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih untuk bantuan atau kerja sama dari Pak Yadi di tim saya, atau membantu tim saya di PGA dalam setiap apa pun yang saya order-kan. Pekerjaan apa pun yang saya berikan ter-deliver dengan baik dan menghasilkan pekerjaan yang baik,” ucap Personalia & General Affair Manager PT Forisa Nusapersada, Christine Ester.

Yadi telah membuktikan dirinya mampu menjadi bagian dari jajaran karyawan terbaik di ISS Indonesia. Di balik pencapaian ayah dua anak yang kini dipercaya dengan tanggung jawab sebagai acting junior supervisor, Yadi bersyukur dan berterima kasih atas keterlibatan orang-orang di sekelilingnya yang memberinya dukungan dan motivasi, yaitu keluarga, rekan kerja, bahkan klien di areanya.***


0 Komentar