Dari Sebatas Mencari Nafkah, Menjadi Tekad Memberikan yang Terbaik Sabtu, 13 Februari 2021

Dari Sebatas Mencari Nafkah, Menjadi Tekad Memberikan yang Terbaik Image © ISS Indonesia.

Berawal dari hanya ingin mencari nafkah, siapa sangka pilihannya untuk bekerja sebagai cleaner membawanya memiliki tekad dan tujuan hidup. Itulah yang dialami oleh Rahmat, 26, yang kini berusaha giat mencapai cita-citanya. Seperti ungkapan dari Makassar “Kareso lekba nigaukanga tala lasse'leng riwasselena” atau usaha yang kita lakukan tidak akan mengkhianati kita, yang menjadi prinsip Rahmat.

Layaknya orang kebanyakan yang sudah lulus sekolah, Rahmat juga turut mencari pekerjaan untuk dilakoni. Namun saat itu, pria yang berasal dari Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan itu mengaku belum punya keberanian untuk merantau ke kota Makassar, ibu kota provinsi yang kerap menjadi tujuan para pencari nafkah. Ia lalu memilih untuk membantu kedua orang tuanya bertani di kampung halaman.

Hingga saat musim bertani usai, anak kedua dari lima bersaudara ini memutuskan untuk merantau, mengikuti sang kakak untuk bekerja serabutan. Tak lama kemudian, seorang teman memberitahunya kalau ada lowongan pekerjaan di salah satu perusahaan penyedia layanan jasa. Keduanya pun mencoba peruntungan nasib dan melamar sebagai seorang petugas security.

Waktu itu, Rahmat yang hanya lulusan SMA tidak ingin pendidikan yang dikenyam selama 12 tahun dan perjuangannya memperoleh ijazah berujung hanya sebagai pajangan di lemari. Walaupun ia tidak memenuhi kriteria tinggi badan minimal bagi kandidat petugas security dan tidak tahu persis mengenai ISS Indonesia, perusahaan tempatnya melamar, Rahmat tanpa ragu ataupun berkecil hati lalu menerima saran dari petugas rekrutmen untuk bekerja sebagai cleaner.

“Ketika lagi duduk melamar interview, saya membaca slogan yang ada di dinding kantor cabang Makassar, saya tertarik, kayaknya ISS bukan perusahaan kecil,” kenang Rahmat.

Setelah dinyatakan lolos seleksi penerimaan karyawan, Rahmat pun mengikuti pelatihan New Comer Class (NCC), kelas pelatihan bagi seluruh karyawan ISS Indonesia yang baru saja bergabung untuk mendapatkan pelatihan teoritis dan praktik.

Rahmat ingat saat ia baru mengikuti pelatihan itu, ia sama sekali tidak memiliki pengetahuan mengenai pembersihan dasar. Namun seiring berjalannya waktu, Rahmat mendapatkan banyak pembelajaran yang tidak hanya dari sisi teknis pembersihan, tetapi juga motivasi dan pembentukan karakter diri.

“Saya jadi banyak mendapatkan motivasi dan membentuk kepribadian saya. Saya jadi tahu, saya mau jadi apa, jadi seperti apa,” tutur Rahmat yang mengakui kalau ia pun saat itu masih belum tahu tujuannya dalam bekerja. 

Dari berbagai informasi yang ia baca di kantor cabang Makassar, Rahmat melihat potensi pekerjaan dan kesempatan untuk menerima penghargaan The Best Employee Award. Saat itulah motivasi Rahmat terbentuk untuk memberi pelayanan terbaik dan menjadi salah satu karyawan terbaik. Sejak saat itu juga, ia menanamkan pada dirinya untuk belajar, mengikuti pelatihan bersama pengawas di area untuk belajar SOP, penggunaan mesin, hingga soft skill.

Pilihannya untuk merantau dan bekerja sebagai petugas kebersihan rupanya sempat menuai kritik dari kerabat dan orang-orang di sekelilingnya. Kebanyakannya memandang rendah dan kurang menghargai keputusannya. “Ada yang bilang, kenapa jadi cleaner? Kenapa nggak kerja di toko saja?” kenang Rahmat. 

Namun, hal itu tidaklah membuat Rahmat mundur. Baginya bukanlah masalah, selama pekerjaan yang dilakoni masih di jalan yang baik. 

“Saya nikmati saja pekerjaan saya. Suatu saat mereka akan berubah dan saya juga harus melakukan perubahan. Saya punya target dalam 3 tahun bekerja dengan ISS, saya harus berjenjang dan menjadi salah satu peraih The Best Employee Award,” ucapnya dengan penuh semangat.

Rahmat berusaha untuk belajar memahami beragam karakteristik rekan kerja, cara memimpin, serta tahu dan memahami kebutuhan klien. Dalam pekerjaannya ini, ia juga semakin belajar untuk tetap sabar dan tidak malu bertanya. 

“Dalam bekerja di area layanan, kita harus lebih sabar dalam menghadapi pekerjaan dan keluhan, tidak boleh mudah terbawa perasaan dan juga harus termotivasi untuk mengasah kemampuan diri,” tutur Rahmat. 

Perjalanan yang dilalui mendorong Rahmat untuk berpesan kepada teman-teman di area, agar selalu mempergunakan kesempatan dan waktu mereka bekerja dengan sebaik-baiknya. “Mumpung kita masih ada pekerjaan, rawatlah baik-baik. Walau kita bekerja sebagai cleaner, namun itu bukanlah pekerjaan yang hina. Pekerjaan kita itu mulia, membantu untuk membuat lingkungan bersih dan membuat orang lain menjadi nyaman,” pesannya.

Rahmat juga mengakui seiring berjalannya waktu membuatnya semakin terlatih, baik dari sisi hard skill maupun soft skill seperti kepemimpinan dan komunikasi. Padahal, ia sebelumnya termasuk sosok yang tidak cakap untuk berkomunikasi dan bertanya. 

Lewat konsistensi kinerja dan dedikasinya memberikan pelayanan terbaik di berbagai area seperti perkantoran danperhotelan, Rahmat akhirnya mencapai cita-citanya dan dinobatkan sebagai salah satu penerima The Best Employee Award, penghargaan bagi seluruh karyawan ISS Indonesia yang membuktikan kinerja terbaik dan memberikan dedikasi dalam membawa perubahan di area klien.

Konsistensi kinerja dan tekad Rahmat dalam memberikan pelayanan terbaik di areanya bertugas juga diakui oleh Area Head Specialized Services Makassar, Sabaruddin.

“Rahmat memulai kariernya di ISS tahun 2016, memulai karirnya dari seorang cleaner lalu kemudian dipromosikan menjadi shift leader. Rahmat orangnya disiplin, mau belajar, loyal, kreatif dan empatik” ujar Sabarrudin.

Kini, Rahmat dipercaya sebagai Junior Supervisor area Siloam Hospitals Makassar. Tujuannya bekerja pun telah menjadi lebih berkembang lagi karena ia beserta timnya tidak hanya sebatas memikirkan bagaimana area klien menjadi bersih, tapi juga berupaya agar fasilitas milik klien terlihat semakin apik dan menarik.

Rahmat melihat potensi inovasi yang dapat dilakukan di area penugasannya, dan hal ini menjadi sumber inspirasi sekaligus tantangan bagi Rahmat dan timnya untuk memberikan hal lebih bagi klien. Saat ini, mereka sedang melakukan proses penghijauan pada taman, serta memanfaatkan limbah botol dan jeriken yang tidak terpakai dan disulapnya menjadi pot tanaman.

Bekerja di area rumah sakit telah memberikan Rahmat beragam pengalaman serta pengetahuan baru untuk semakin lebih peduli dan paham mengenai area tempatnya bekerja. Karakter dan semangat Rahmat dalam membuktikan kinerjanya pun mendapatapresiasi dari klien.

”Selama bergabung di Siloam Makassar, Pak Rahmat merupakan orang yang bersabar dengan staf-staf yang ada di rumah sakit. Orangnya juga bertanggung jawab, tekun, dan jujur. Semoga menjadi contoh dan teladan bagi teman-teman yang lain,” ujar Head of General Affairs Siloam Hospitals Makassar, Andi Febriansyah.

Rahmat berharap bahwa ISS Indonesia, perusahaan cleaning services terdepan  yang telah menjadikan ia seperti hari ini, dapat menciptakan orang-orang yang benar-benar peduli dalam memberikan pelayanan dengan ikhlas, di mana pun mereka berada dan bagi lingkungan sekitar.

***




0 Komentar
Artikel Terkait