Menghadapi Tantangan dengan Komitmen Bekerja Jumat, 26 Maret 2021

Menghadapi Tantangan dengan Komitmen Bekerja Image © ISS Indonesia.

Bisa dibilang kalau profesi sebagai cleaner atau petugas kebersihan bukanlah cita-cita yang diinginkan oleh siapa pun, termasuk oleh Yanyan Kartiwa. Iwa, nama panggilannya, bahkan bercita-cita untuk menjadi pengusaha. Meski begitu, cita-citanya itu bukan berarti harus ia kubur dalam-dalam hanya karena pekerjaan yang didapatnya pada tahun 2010 lalu, adalah menjadi operator cleaning service. Kini setelah sebelas tahun berselang, ia punya cita-cita dan harapan yang lebih bermakna lewat ilmu dan pengalaman yang ia peroleh dalam dunia pelayanan jasa kebersihan, yang selama ini digelutinya.

Pembelajaran tentang Manajemen Manusia

Iwa, 31, saat ini merupakan Site Head ISS Indonesia di area Aqua Plant Cianjur, Jawa Barat. Bertugas memimpin 44 manpower dalam tim cleaning services dan office support di area pabrik air mineral ini, rupanya telah membawanya pada tantangan yang berbeda dibandingkan dengan area-area penugasannya terdahulu.

Kalau sebelumnya Iwa menyampaikan pelayanan kebersihan di sejumlah industri seperti pusat perbelanjaan, perbankan, hotel, dan rumah sakit, tantangan profesi yang sering ia dan timnya hadapi adalah agar selalu bisa menjaga dan meningkatkan kualitas kerja. Tapi di areanya saat ini, tanggung jawab pekerjaan menuntutnya untuk bisa mengelola modal insani (human capital) yang begitu lekat dengan pengaruh sosial di lingkungan sekitar area.

Iwa ingat dengan masa-masa awal ia dipindah-tugaskan dari kota kelahirannya di Bandung, Jawa Barat, ke area ini pada akhir 2016 lalu sebagai supervisor. “Awalnya cukup sulit karena waktu pertama menginjak area ini ada operator yang bermasalah dan saya diminta untuk urus permasalahan ini. Karena (saya) orang baru, saya juga belum tahu karakter satu orang dengan yang lainnya. Saya kumpulin, sempat terima ancaman, intimidasi,” kenang Iwa.

Namun ia bersyukur karena pengalaman tak mengenakkan tersebut tak sampai menyebabkan hal buruk terjadi pada dirinya. Iwa yakin selama tidak ada pelanggaran terhadap aturan yang ia dan perusahaan yang menaunginya lakukan, tantangan dalam penyampaian layanan di area pelanggan akan dapat dihadapi dan dilalui dengan baik.

Dari situ dan pengalamannya selama ini, ia pun kian memperoleh pembelajaran dan menambah ilmunya dalam berbagai hal. Bahkan Iwa yang merupakan lulusan SMA ini menjadi terdorong untuk melanjutkan pendidikan formalnya di sebuah perguruan tinggi di Sukabumi, dan kini tengah menyusun skripsi demi menyelesaikan studi S1 Fakultas Manajemen.

“Makanya saya pengen kuliah. Pertama, menambah ilmu. Kedua, tambah relasi juga, jaringan. Tapi bekerja di ISS ini memberikan pembelajaran yang luar biasa. Bisa mengenali ilmu-ilmu tentang manajemen, terutama manajemen orang,” ucap Iwa bersemangat.

Menanamkan Komitmen dan Kejujuran Bekerja

Pencapaian karier Iwa dalam hampir sebelas tahun terakhir tak lepas dari prinsip dalam bekerja yang ia tanamkan kepada diri sendiri dan timnya. Iwa selalu menekankan akan komitmen dan kejujuran dalam membimbing timnya agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada klien.

“Saya selalu bilang jadi orang bekerja itu harus komitmen, karena tidak selamanya pengawas itu bisa selama 8 jam mengawasi kalian (operator). Dan juga harus santai, karena suasana kalau kerja panik, buru-buru, hasilnya nggak akan benar. Santai tapi beres. Komit dengan tugas dan kewajibannya sehingga hasilnya pasti akan puas, sehingga menikmati pekerjaannya,” jelas Iwa.

Dalam hal kejujuran, Iwa pun banyak belajar akan pentingnya bekerja dengan jujur, yang melebihi dari sebatas benar atau salahnya suatu pekerjaan dilakukan. “Harus berani ngomong karena saya selalu terbuka sama tim saya. Kalau melihat hal-hal yang tidak enak atau tidak pantas menurut teman-teman semua (timnya), silakan di-share,” jelas Iwa yang mendorong anak buahnya untuk jujur dan memberikan masukan saat pertemuan rutin dengan timnya.

Konsistensi Kinerja yang Diakui

Konsistensi kinerja Iwa selama bertugas di area Aqua Plant Cianjur mendapat pengakuan dari atasannya. Operation Head Danone, Trijadi, menilai Iwa telah membuktikan tanggung jawab dan kepercayaan yang telah diberikan oleh perusahaan sehingga pelanggan puas dengan pelayanan dari ISS Indonesia.

“Dia mau belajar, cepat belajar karena memang kalau misalkan ada tes, terus kita follow up dengan tes lagi, dia bisa. Jadi nggak harus di-lead terus dan bisa mandiri. Sama klien juga dekat dan klien puas dengan pelayanannya dia. Harapannya kalau dia sudah lulus kuliah, dia harus berani menerima tantangan baru,” ungkap Trijadi.

Sejalan dengan pengakuan Trijadi, di sisi klien, Human Resources Manager Aqua Plant Cianjur, Monica juga mengapresiasi profesionalitas kerja pelayanan Iwa yang begitu baik sekaligus karakternya yang cerdas dan pantang menyerah.

“Sangat kooperatif lah Pak Iwa itu. Ketika kita minta bantuan sesuatu selalu sigap dan tidak pernah ada penolakan. Selain kinerja dari tim cleaning-nya, dari tim yang lainnya juga sudah bagus kinerjanya di bawah kepemimpinan Pak Iwa. Hampir semua work list itu terselesaikan. Kalaupun misalnya ada kendala, dia akan komunikasikan kendalanya ada di mana kemudian kita cari bareng solusinya,” jelas Monica.

Mewujudkan Cita-Cita Masa Depan

“Dulu saya itu kurang pergaulan, pendiam, pemalu, introvert, nggak suka jalan-jalan atau berbaur. Tapi dengan masuk ke ISS, apalagi dengan jadi pengawas, secara nggak langsung, mau nggak mau harus berani ngomong ke orang lain, harus berani menegur. Apalagi anak buah saya rata-rata usianya di atas saya, sehingga dengan sendirinya itu memaksa diri saya sendiri untuk berubah, profesionalisme kerja harus dibuktikan,” tutur Iwa.

Itulah perubahan besar yang bapak dari dua anak ini alami, dari profesinya yang diawali dengan menjadi seorang cleaner. Dalam perjalanan kariernya hingga saat ini, sulung dari enam bersaudara ini membuktikan bahwa ternyata menapaki jenjang karier itu tidaklah mudah dan ada prosesnya.

“Saya tidak berambisi untuk menjadi leader, pengawas, dan sekarang site head. Yang jelas ya sudah kita mengalir saja, lakukan apa yang menjadi tugas kita, kewajiban itu dijalankan. Yang bisa membuat kita bisa bertahan saat ini adalah bersyukur dan bahagia, karena namanya manusia kalau bicara kepuasan, pasti nggak ada puasnya,” ujarnya.

Dalam harapannya untuk masa depan, Iwa bahkan ingin adanya peluang bekerja yang diberikan kepada penyandang disabilitas. Itulah cita-citanya kini yang ingin ia wujudkan bersama ISS Indonesia.

“Kalau saya masih diperkenankan, kalau misalkan memang saya bisa berkarier lebih tinggi lagi di ISS, kalau misalkan saya dikasih wewenang, satu impian saya, saya pengen bisa memberikan peluang kepada operator yang secara fisik mungkin tidak sempurna atau disabilitas,” tutup Iwa.


0 Komentar
Artikel Terkait
Pantang Pulang Sebelum Padam
Minggu, 08 April 2018

Pantang Pulang Sebelum Padam

ISS Adalah Milik Kita
Kamis, 07 September 2017

ISS Adalah Milik Kita