Batu Loncatan Karier yang Memacu pada Pengembangan Diri Jumat, 23 April 2021

Batu Loncatan Karier yang Memacu pada Pengembangan Diri Image © ISS Indonesia.

Berawal dari menjadikan pekerjaan operator cleaning service sebagai batu loncatan agar dapat bekerja sembari kuliah, Muhammad Suherman atau yang biasa disapa Herman, justru menjadi semakin terpacu untuk dapat lebih berkembang dalam menjalani kariernya bersama ISS Indonesia.

Bagaimana hal itu bisa terjadi pada Herman, yang kini merupakan service supervisor di area Kantor Pusat Gojek ini?

Berhadapan dengan Dua Pilihan

Waktu itu di tahun 2007, Herman yang belum lama lulus SMA dan hanya bermodalkan Surat Keterangan Lulus dari sekolahnya, berniat untuk mencari pekerjaan, sambil mengumpulkan modal untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Atas rekomendasi dari seorang teman, pria kelahiran Jakarta, 33 tahun silam ini lalu memutuskan untuk melamar sebagai operator cleaning service di ISS Indonesia.

“Pada saat itu saya pikir ya sudahlah, ini paling cepat bisa buat kerja, bisa buat kuliah juga. Karena kan waktu itu katanya ada shifting, jadi saya pikir saat itu saya bisa bagi waktu juga untuk kuliah,” kenang Herman.

Namun seiring berjalannya waktu, Herman yang saat itu tengah menjalani semester ke-2 mulai mengalami kesulitan untuk membagi waktunya, antara bekerja dan berkuliah. Pekerjaannya waktu itu seringkali mengharuskannya pulang hingga malam hari, sementara jam kuliah Herman juga ada di malam hari. Akhirnya, satu keputusan harus ia ambil untuk memilih antara meneruskan bekerja atau berkuliah.

“Saat itu pilihan ada dua. Kalau saya melanjutkan kuliah, ya butuh juga untuk biayanya dan juga ongkos sehari-hari. Saya nggak mungkin minta ke orang tua. Kalau saya lanjut kerja, saya dapat uangnya. Akhirnya pada saat itu saya lebih milih bekerja,” kenangnya.

Bertekad Kuat Menaiki Jenjang Karier yang Lebih Tinggi

Selama setahun menjalani profesinya sebagai cleaning service, banyak perjuangan dan tantangan yang harus Herman hadapi. Salah satu yang tak terlupakan baginya adalah ketika ia sehari-hari harus berjalan kaki menuju tempat kerjanya, demi bisa berhemat dan mencukupi kebutuhan hidup dari gaji yang diterimanya saat itu.

Namun perjuangannya itu justru mampu memacu tekadnya untuk dapat menaiki jenjang karier yang lebih tinggi bersama perusahaan global penyedia jasa kebersihan nomor 1 di dunia ini.

“Karena setahun saya merasa begini saja dan ada rasa lelah pada saat itu. Saya bertekad dan mau cari peluang untuk bisa naik ke jenjang team leader,” ungkapnya.

Berkat arahan dari atasannya, Herman pun berfokus dan serius membuktikan kinerjanya dan mengikuti tes dalam The Best Employee. Setelah empat kali berturut-turut ia menjalani tes dan evaluasi bagi para karyawan terpilih di ISS Indonesia tersebut, Herman akhirnya berhasil untuk dicalonkan di dalam level pengawas atau menjadi team leader yang memakan waktu satu tahun saja.

Dari situ, motivasi di dalam diri terus Herman bangun untuk dapat selalu berkembang dalam perjalanan kariernya, seiring dengan dedikasinya memberikan pelayanan terbaik di berbagai area penugasan, seperti area perkantoran, sekolah, hingga area pusat perbelanjaan.

Selama enam tahun menjalankan tanggung jawabnya sebagai team leader, Herman pun menyadari kalau ia tidak bisa hanya berada di posisi tersebut, dan harus bisa lebih berkembang lagi. Dari semangat yang datang dari keluarganya, tepatnya oleh anak dan istrinya, Herman pun terdorong untuk bisa naik ke level supervisor.

Bak gayung yang bersambut, peluang untuk Herman kemudian datang melalui program pelatihan supervisor yang ia ikuti. Selama program tersebutlah Herman memanfaatkannya untuk belajar dan memperoleh berbagai ilmu dan wawasan tentang pekerjaan dasar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab seorang supervisor. Dalam pelatihan tersebut ia juga banyak memperoleh pelajaran dari pengalaman yang dialami oleh rekan-rekan seprofesi dari area yang berbeda.  

Kesempatan itu tentunya tidaklah ia sia-siakan, karena justru menjadi momen bagi Herman membuktikan bahwa ia bisa dan mampu untuk mengemban tanggung jawab yang lebih dengan menjadi supervisor.

Membangun Kepercayaan lewat Kinerja Berkualitas

Saat ini, Herman telah memberikan pelayanannya sebagai Service Supervisor ISS Indonesia di area PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) selama tiga tahun terakhir, tepatnya sejak pertama kali ISS Indonesia bermitra dengan perusahaan teknologi terkemuka di Asia Tenggara tersebut. Cukup banyak kontribusi yang ia dan timnya lakukan dalam penyampaian beserta pengembangan services di area ini. 

“Peran kami di sini memastikan kepada klien bahwa ISS itu memang perusahaan yang layak untuk diajak kerja sama sebagai mitra dengan mempertahankan kualitas dan juga kepercayaan yang sudah diberikan,” ujar Herman.

Menurutnya, membangun kepercayaan dengan klien sekaligus mempertahankan kepercayaan tersebut adalah hal yang harus diperhatikan, sehingga ia dan timnya bisa melakukan beragam upaya untuk dapat merealisasikan kepercayaan itu.

Hal ini juga disampaikan oleh H.Q Facility Dynamic Culture Gojek, Gunawan Widjaja terkait kinerja Herman selama memberikan pelayanan terbaiknya di area Gojek. Gunawan mengatakan, “Pak Suherman selama bekerja di kantor Gojek Pasaraya sangat baik dan tanggap. Koordinasi pekerjaan pun cepat, selalu bisa memahami keinginan klien dan bisa memberikan hasil yang maksimal,” ujarnya.

Tak hanya kepada klien, Herman juga membuktikan kepercayaan yang telah diberikan kepadanya ini melalui pengawasan yang ia lakukan kepada timnya. Di mata Site Head Gojek Pasaraya, Hasna Maulina, sosok Herman dinilai mampu melakukan pengawasan yang baik. “Pak Suherman salah satu sosok leader yang bisa dipercaya dan diandalkan. Selain kemampuan pengawasan yang baik terhadap tim dari beberapa services yang ada di sini, bahkan juga security. Dia buktikan kinerjanya dan bisa melengkapi kami, tim di sini,” ungkap Hasna.  

Sebagai seorang pemimpin, Herman haruslah mampu untuk membawa timnya beradaptasi di area klien yang mayoritasnya berisi kalangan millenial ini. Herman membekali timnya dengan beragam pelatihan yang ia berikan, beragam informasi dan pengetahuan mendalam tentang area tersebut, hingga wawasan tentang budaya kerja yang ada di areanya. Ia memastikan agar atimnya mampu berkomunikasi dengan baik, terutama pada orang-orang yang berada di dalam lingkup area kerja mereka.

“Pak Herman selalu mengajarkan tim banyak hal, dari kedisiplinan hingga tanggung jawab. Selalu support tim dari apa yang kita tidak tahu, kita justru diingatkan untuk selalu bertanya. Banyak hal yang bisa kita jadikan contoh dari apa yang Pak Herman sudah lakukan,” jelas Dewi Nurul Hikmah, salah seorang tim cleaning service di area Gojek, yang berada di bawah kepemimpinan Herman.

Tekad untuk Berkembang Bersama Tim

Salah satu hal yang cukup menonjol dalam kinerja Herman adalah kemampuannya terkait manajemen waktu dan untuk plotting atau perencanaan areanya. Hal ini menjadi nilai tersendiri bagi kinerjanya sehari-hari, di mana area kerjanya memiliki klien dengan jam kerja yang cukup beragam sehingga harus mampu ia dan timnya sesuaikan.

“Kita butuh kemampuan untuk menganalisa kondisi, beradaptasi dengan perilaku. Cuma kita nggak boleh ngikutin. Adaptasi bisa, tapi ngikutin nggak boleh. Tetap kita pakai aturan yang ada, yang sudah disepakati dengan klien. Tapi kita juga harus melihat pola kerja para karyawan klien yang ada di sini juga,” ujar Herman.

Ke depannya, Herman mengaku masih terus akan belajar dan berkembang bersama dengan ISS Indonesia. Ia juga punya keinginan untuk dapat membawa timnya berkembang bersama. “Saya sampai saat ini masih terus belajar untuk tetap bisa berkembang di ISS. Memotivasi nggak hanya untuk diri saya, tapi juga tim agar ada peningkatan kualitas untuk sama-sama bisa berkembang,” tutupnya.***


0 Komentar
Artikel Terkait