Cleaning Service Bisa Beli Rumah Sendiri! Jumat, 15 Oktober 2021

Cleaning Service Bisa Beli Rumah Sendiri! Image © ISS Indonesia.

Kisah Jaswati, perempuan kelahiran Grobogan, Jawa Tengah ini dimulai ketika ia lulus SMA dan selama empat tahun membantu pekerjaan orang tuanya yang bekerja sebagai petani di desa. Jaswati memutuskan untuk hijrah ke ibukota untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik.

Menumpang di rumah kerabatnya di Jakarta, membuatnya ingin cepat-cepat mendapatkan pekerjaan karena ada rasa tidak enak selama menumpang. Salah seorang temannya menawarkan pekerjaan sebagai cleaning service saat itu. “Di Jakarta itu nggak enak nganggur lama-lama, jadi akhirnya saya coba tawarannya. Ditambah lagi saya tidak punya pengalaman kerja apa-apa,” rasa bahagia yang bercampur rasa pesimis saat itu sebagai perempuan desa tanpa pengalaman bekerja.

Setelah diterima dan menjalankan dua minggu pertamanya bekerja, sempat terpikir untuk mengundurkan diri karena begitu melelahkan bekerja dengan standar kerja yang tinggi di ISS Indonesia kala itu. Tapi keluhan tersebut hanya datang kemudian berlalu dan tanpa terasa membuat Jaswati sudah bekerja selama 12 tahun lamanya dari tahun 2009 dan saat ini sudah menjadi seorang Supervisor!

Kejujuran dalam bekerja adalah modal utama baginya. “Kerja yang penting jujur. Orang mau gimana pun kalau hidup nggak jujur, hidupnya nggak berkah dan akan menyusahkan diri sendiri. Jujur itu sangat penting biar hidup damai dan tenang,” prinsip dalam hidupnya. Ia pernah menemukan benda-benda berharga seperti perhiasan dan handphone saat menjalankan pekerjaannya dan mengembalikan kepada pemiliknya yang pada akhirnya membuat Jaswati mendapatkan penghargaan dari ISS Indonesia, perusahaan tempatnya ditempa menjadi seperti sekarang.

Dulu saya lihat temen saya bisa menjadi Junior Supervisor saat saya masih menjadi operator cleaning service, berarti saya juga bisa! Mumpung ISS Indonesia memberikan kesempatan jenjang karier, ya jangan di sia-siakan. Saya ada keinginan untuk maju yang membuat saya harus belajar lebih banyak. Dengan naik posisi, otomatis status saya juga berubah. Kalau saya naik posisi, saya bisa hidup lebih baik,” semangat Supervisor di area klien Pricewaterhouse Coopers — gedung WTC 3 Sudirman tersebut.

Nadhirin, Area Head Specialist Service Office & Retail sebagai atasannya juga memberikan apresiasi kepada Jaswati. “Saudari Jaswati bekerja baik dan terukur serta tidak pernah menolak tugas tambahan dari atasan dan klien. Sikap baik Jaswati kepada atasan dan klien juga dikarenakan dapat berkoordinasi dengan baik kepada timnya di area dalam memberikan pelayanan kepada klien.”

Pengelaman bekerja dan peningkatan karier bukanlah satu-satunya yang membuat Jaswati begitu senang menjadi bagian dari ISS Indonesia. Pernah mengalami kecelakaan saat berangkat bekerja karena penjambretan saat mengendarai sepeda motor membuatnya terbanting ke kerasnya aspal hingga membuat patah tulang kaki kanannya.

Biaya operasi untuk kembali menyambung tulang kakinya yang patah sempat membuat dirinya dan suami merasa begitu panik. Bagaimana tidak, lebih dari seratus juta biaya operasi yang harus dibayarkan saat itu.

ISS Indonesia sebagai perusahaan yang sangat compliance, mengcover seluruh biaya pengobatan tersebut yang membuat Jaswati dan suaminya begitu bersyukur karena bekerja di perusahaan yang tepat, bertanggung jawab atas karyawannya. Saat saya kecelakaan, ternyata ISS Indonesia full cover biaya pengobatan. Saya sangat terharu biaya sebesar itu ditanggung oleh perusahaan. Selama istirahat satu tahun lamanya di rumah, saya pun tetap mendapatkan hak saya sebagai karyawan. Setelah sembuh, saya pikir saya akan di PHK, ternyata saya masih dipercayakan untuk diberikan area kerja!” cerita haru perempuan kelahiran Grobogan tersebut.

Jaswati yang dulunya tinggal di rumah kontrakan, kini sudah memiliki rumah sendiri. 12 tahun kerja di ISS Indonesia adalah pengalaman yang luar biasa! Dengan gaji dan tunjangan yang mencukupi, alhamdulillah saya bisa menabung untuk membeli rumah. Saya nggak pernah nyangka punya rumah sendiri, nggak pernah bayangkan. Alhamdulillah kehidupan saya bisa jauh lebih baik dari yang sebelumnya tidak punya apa-apa,” ucap syukur Jaswati.

 

Atas segala pencapaiannya selama ini, Jaswati kembali teringat ucapan tetangganya saat mengontrak dahulu, “Sekolah sampai SMA, pergi ke Jakarta malah jadi cleaning service,” kenang Jaswati yang berhasil menepis anggapan bahwa cleaning service itu pekerjaan yang rendah dengan pembuktian karirnya ini.

 

 

Penulis                 : Yosep Suryanto

Editor                    : Syarief KH


0 Komentar