Tak Ada Kata Terlambat Menjadi Bima Kamis, 09 Desember 2021

Tak Ada Kata Terlambat Menjadi Bima Image © ISS Indonesia.

Bertarung melawan ribuan pelamar kerja setelah lulus SMA di tahun 1996 menjadi salah satu pengalaman tak terlupakan bagi Hendrik saat itu. Indonesia pada saat itu sedang mulai mengalami krisis ekonomi yang menyebabkan angka pengangguran tinggi dikarenakan banyaknya perusahaan yang gulung tikar.

Hendrik muda bersama ribuan pelamar kerja lainnya mengadu nasib di sebuah pabrik yang hanya membuka 15 posisi lowongan kerja saja. Ia merasa sangat beruntung saat diumumkan menjadi 500 pelamar dari ribuan pelamar yang bisa untuk mengikuti seleksi wawancara. Namun perjuangannya selesai pada tahap seleksi di 150 peserta yang tersisa. Hendrik yang baru lulus sekolah saat itu merasa down dan berkecil hati karena tidak bisa mendapatkan pekerjaan.

Karena sulitnya mencari pekerjaan, Hendrik banting setir memulai usaha kecil-kecilannya di rumah untuk berdagang bakso dan mie ayam. Dua tahun tanpa terasa Hendrik menjalankannya usaha kecilnya tersebut. Hingga suatu waktu salah satu pembeli baksonya menginformasikan sekaligus menawarkan pekerjaan untuknya sebagai seorang cleaning service.

Tidak mudah baginya untuk bisa menerima tawaran pekerjaan tersebut, teringat pengalamannya dahulu saat melamar kerja yang begitu sulit. Gejolak politik dan ekonomi di tahun 1998 saat itu pun membuat dia enggan melamar. “Kamu kan belum punya pengalaman bekerja di perusahaan, sayang ijazah SMA kamu, kalau kamu nggak mencoba sama saja kamu seperti orang nggak sekolah,” tutur Ibu Hendrik memberikan nasihat semangat kepadanya. Hendrik akhirnya mengikuti kata ibunya.

Hendrik pun sejak 1998 akhirnya sudah menjadi bagian dari keluarga ISS Indonesia, sehingga sudah selama 23 tahun dia memberikan pelayanan bersama ISS Indonesia di berbagai sector bisnis. Kini Hendrik sudah menjadi Junior Supervisor di area Garuda Maintenance Facility (GMF). Walau saat ini tidak mudah meniti karier bersaing dengan generasi yang lebih muda, baginya setiap orang memiliki jalan dan rezekinya masing-masing. Ia percaya bahwa lambat berkarier bukan berarti tidak sukses, melainkan menguatkan diri sampai benar-benar diberikan kepercayaan yang lebih pada waktu yang tepat.

Bagi Hendrik yang terpenting adalah bagaimana ia mengetahui kemampuan diri sangatlah penting untuk bisa memikul tanggung jawab saat menjalankan setiap pekerjaan yang dipercaya. “Kalau kamu terima pekerjaan, kamu wajib menjaga dan menyelesaikan pekerjaan itu dengan baik. Jangan sampai mengecewakan orang lain. Senangi pekerjaan, jangan mengeluh, belajar terus!” pesan orang tuanya dulu kepada Hendrik.

“Saya bangga dengan perusahaan saya, ISS Indonesia karena selalu menerapkan disiplin dan kejujuran. Juga dapat mendidik manusia menjadi lebih baik. ISS memang school of life,” penggalan dari cerita Hendrik. Hendrik begitu bangga dan mencintai perusahaan tempat dia bekerja.

Selain mengubahnya menjadi sosok yang lebih baik dan banyak belajar, Hendrik sadar betul kehidupannya yang dari nol banyak di dukung selama menjadi keluarga ISS Indonesia. Di mulai dari bisa membangun rumah sendiri, hingga memiliki kendaraan roda dua maupun roda empat. Semua karena perusahaan tempatnya bekerja selama ini tersebut memberikan semua haknya sebagai karyawan dengan baik dan benar. Tidak heran jika Hendrik bisa mengabdi lebih dari dua dekade di ISS Indonesia.

Hendrik yang selalu optimis ini yakin bahwa kedepan kariernya akan lebih baik, walau memang tidak secepat rekan-rekannya yang lain. Hendrik sudah membuktikannya dengan mendapatkan penghargaan karyawan terbaik secara berkala. Terakhir ia mendapatkan penghargaan bergengsi di ISS Indonesia yaitu menjadi bagian dari Bima Club pada gelaran The Best Employee ke-95 di akhir tahun 2021 ini. “Hendrik menjadi karyawan yang terbaik atas kinerja dan kredibilitasnya, sesuai dengan apa yang saya dan ISS Indonesia harapkan. Dia pantas mendapatkan penghargaan tersebut,” tambah Ahmad Sanusi, Supervisor di Garuda Maintenance Facility.

 

Penulis                 : Yosep Suryanto

Editor                    : Syarief KH


0 Komentar
Artikel Terkait