Yakin ISS Indonesia Yang Terbaik Minggu, 09 Januari 2022

Yakin ISS Indonesia Yang Terbaik Image © ISS Indonesia.

Esti Surdjiatni, sudah memberikan pelayanan sejak ISS pertama hadir di Indonesia di tahun 1996. Supervisor di area SOS Medika Jakarta Selatan ini berusaha menjadi sosok pemimpin yang disiplin, baik untuk dirinya maupun seluruh timnya.

Perempuan kelahiran Jakarta ini, bukan tanpa alasan bisa menjadi salah satu karyawan yang sudah mendedikasikan dirinya bersama ISS Indonesia lebih dari 20 tahun, yang dapat disebut sebagai ISS Legend. “ISS Indonesia selalu menepati janji kepada karyawan, mengajarkan banyak hal serta saya merasa diperhatikan oleh perusahaan. Saya yakin dari sejak dulu ISS adalah salah satu perusahaan yang stabil dan konsisten, sehingga hal itu yang membuat saya selalu menolak tawaran dari perusahaan yang sejenis, walau ditawari jabatan dan pendapatan yang lebih tinggi,” cerita perempuan kelahiran 1971 silam.

Di usía yang menginjak angka 50 tahun, Esti berharap bisa terus memberikan pelayanan terbaik kepada klien. “Sekarang umur 50, mau kerja di sini sampai waktu pensiun nanti. Walau tuntutan semakin tinggi, tekanan lebih banyak, tapi tetap berusaha memberikan pelayanan yang terbaik,” tambah Esti.

Hidup penuh semangat merupakan prinsip Supervisor SOS Medika ini. Menurutnya setiap pekerjaan dan keseharian harus dilakukan dengan semangat, apapun yang terjadi untuk memastikan semuanya bisa diselesaikan dengan baik. “Konsisten dalam menjalankan hal yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya,” apresiasi Heri Priadi sebagai Operation Head.

Barkarier puluhan tahun bersama ISS Indonesia, tentunya menciptakan perilaku positif bagi Esti. “Lebih sabar menghadapi tim yang sekarang lebih kritis. Terus sabar membimbing, memantau jangan sampai membuat masalah. Membuat anak buah yang kurang baik, menjadi baik. Walau cukup sulit membangun karakter untuk mereka, disitu peran sebagai atasan, perlu lebih dewasa sebagai pimpinan.”

Perempuan tangguh paruh baya ini memiliki cerita pengalaman kerja di tahun 2013. Seperti biasa Esti yang selalu berangkat kerja pukul lima pagi. Ia menerobos derasnya hujan pagi itu dan tiba-tiba motornya mogok ditengah jalan. Beberapa kali ia mencoba meminta bantuan kepada pengendara yang lewat namun tidak seorangpun bersedia membantunya pada pagi itu saat hujan deras. “Sudah mencoba menghentikan pengendara lain, tidak ada yang mau bantu. Sepanjang jalan juga tidak ada tempat berteduh, sehingga harus mendorong motor ditengah hujan deras. Rasanya begitu sedih jika diingat,” pengalaman tak terlupakan ibu dua anak tersebut.

“Saya ingin terus bekerja. Jika sedang merasa lelah oleh pekerjaan, cukup mengobatinya dengan mengambil cuti sebentar. Karena terbiasa kerja jadi mudah bosan saat lebih 2 hari tidak bekerja. Selain cuti, untuk menghilangkan jenuh kadang saya ikut bantu membersihkan area bersama cleaner. Area klien pun jadi ikut bersih,” tutup Esti.



0 Komentar