ISS Memanusiakan Manusia Selasa, 07 Maret 2017

ISS Memanusiakan Manusia Image © ISS Indonesia.

Nanang Sumaryadi tidak menyangka dirinya mampu sukses berkembang di ISS Indonesia. Pria yang kerap disapa Nanang ini justru awalnya meragukan komitmen ISS Indonesia dalam menghargai jerih payah karyawannya. “Rudi, Facility Manager  sebuah pabrik di Cikupa, mengatakan pada saya kalau ISS itu benar-benar menghargai karyawan dan memiliki jenjang karir yang jelas. Saya ga percaya itu,” kenang pria kelahiran Lampung ini.

Namun ucapan rekannya tersebut terbukti benar. Mengawali karir sebagai Security di tahun 2012, Nanang faktanya berhasil dan betah meniti karir di ISS. Apalagi, ISS sama seperti dirinya yang juga menjunjung tinggi kejujuran.

Berawal dari mimpi ingin memiliki rumah sendiri dan bercita-cita menjadi Team Leader, Nanang pun memiliki semangat baja dalam bekerja. “Dulu saya pertama kali bekerja di ISS, saya tinggal dikontrakan di karawaci. Saya bertekad harus punya rumah dan menjadi team leader, biar anak istri saya dijamin,” ungkap pria pengagum Soeharto ini.

Karenanya, untuk menggapai impiannya ini, selain fokus menunjukkan performa yang cemerlang di ISS, Nanang pun mencari uang tambahan sebagai supir angkot. Sebab, baginya untuk menuju sukses tidak harus pintar tetapi harus mampu mengendalikan keadaan.

Pengemar dawet ayu ini pun menceritakan keuntungan yang didapatkannya setelah bergabung dengan ISS Indonesia. Menurutnya ISS mengajarinya banyak ilmu, misalnya saja dalam mengatur keuangan. Ia pun mengakui ISS mendidiknya bekerja dengan pendekatan the power of the human touch.

“Saya dituntut seperti wirausaha. Kalau orang bekerja di pabrik dia hanya karyawan pabrik. Saat pabriknya meluas, hanya naik gaji saja, kalo di ISS tidak. Ini perusahaan kita. Artinya maju atau tidaknya perusahaan tergantung kita. Kalo target ISS berkembang, kita harus juga berkembang,” ungkapnya.

Tidak hanya sampai disitu, dengan taraf hidup yang meningkat, Nanang pun merasakan persepsi tentang dirinya dari lingkungan sekitar berbuah positif. Ia mengaku kini orang-orang sekitarnya lebih menghargainya. Terlebih lagi, Nanang kerap memberi informasi lowongan kerja kepada tetangga sehingga mereka memiliki pekerjaan.

Pria yang menggemari nasi goreng ini pun berharap dapat menularkan semangatnya kepada rekan kerjanya. Ia pun ingin perusahaan yang telah menggugah hidupnya ini bisa menjadi lebih berkembang. “Di ISS banyak orang hebat, hebat karena jiwa mereka yang menjunjung tinggi kejujuran dan diapresiasi dengan adanya penghargaan Golden Heart Award. Saya harap orang mengetahui itu sehingga ISS lebih dikenal lagi dan menjadi yang terbaik,” tutupnya. 


0 Komentar
Artikel Terkait