Ayah adalah Motivator Saya Senin, 20 Maret 2017

Ayah adalah Motivator Saya Image © ISS Indonesia.

“Ayah, selalu motivasi saya pada saat saya down,” cerita Suwanto saat menjawab pertanyaan tokoh yang dikagumi. Suwanto atau yang akrab disapa Wanto merupakan Team Leader Joglo Luxury Bungalo Malang. Mengawali karirnya di ISS pada 2010 silam, awalnya Wanto sempat putus asa lantaran mengalami penolakan lamaran dari 10 perusahaan.

Kemudian saya kembali pulang, saya merasa keluarga kurang mampu. Ayah memotivasi saya dan bilang tidak ada yang namanya terlambat untuk bekerja,” kenang pria berkacamata ini. Wanto kemudian diperkenalkan ISS oleh temannya dan tertarik untuk bergabung. Meski mengawali karir sebagai seorang cleaner, pria penyuka mie ayam ini memiliki semangat baja dalam bekerja. Terlebih lagi, ia berpegang pada prinsip ‘jangan takut untuk mencoba’. Walhasil, kerja kerasnya inipun berbuah manis. Dalam waktu yang terbilang singkat, 1 tahun 3 bulan tepatnya, ia berhasil mendapat promosi sebagai Team Leader.

Ayah saya pun berkomentar tentang kemajuan saya itu. Katanya ‘benarkan apa kata ayah dulu?’. Memang, dulu saya tidak mampu tapi sekarang saya bisa berubah seperti ini,” tuturnya sambil tersenyum.

Selain termotivasi dari sang ayah, pria yang hobi memasak ini juga mengakui bahwa dirinya kerap  teringat ucapan dari sang leader sebelumnya, Timothy Tarluga yang mengajarkan prinsip untuk menjadi pemenang dalam setiap perlombaan. “Sejak saat itu, saya implementasikan pada hidup dan pekerjaan saya,” ujarnya bersemangat. 

Tidak hanya karir yang berkembang, Wanto juga mengakui perubahan attitude pada dirinya sejak bergabung dengan ISS. Katanya, ia menjadi lebih tertata. “Saya diajarkan menjadi manusia yang lebih baik dan teratur lagi. Perubahan ini sangat baik untuk menunjang posisi saya sebagai seorang team leader dan dalam memberikan servis kepada klien terutama bagi orang bule,” ungkapnya.  Apalagi, lanjutnya, ISS mengajarkan sopan santun, kejujuran, dan keramahtamahan. 

Dengan perubahan positif tersebut, Wanto sudah menganggap ISS sebagai rumah keduanya setelah keluarga. Sehingga ia mengaku merasa betah dan nyaman di ISS. “Hanya ISS dulu yg menerima saya. Saya tidak mau berkhianat karena ISS yang telah membuat saya seperti ini,” ungkapnya dengan bangga.


0 Komentar
Artikel Terkait