Ibu Menginspirasi Saya Sabtu, 06 Mei 2017

Ibu Menginspirasi Saya Image © ISS Indonesia.

Pagi itu, seperti biasa, Zulham Effendi berpamitan kepada istrinya untuk mencari nafkah. Tapi ada yang tak biasa pada hari itu. Zulham, begitu ia dipanggil, akan menerima penghargaan sebagai The Best Employee, apresiasi kepada karyawan yang memiliki kinerja yang outstanding. “Bun, ayah berangkat ya. Hari ini ayah dapat penghargaan,” ucapnya. Sang istri yang tidak tahu menahu tentang penghargaan itu pun seperti biasa melepas kepergian suaminya. Dengan senyum sumringah, Zulham pun berangkat menuju Head Office ISS untuk melewati serangkaian proses penerimaan penghargaan itu.

Saat namanya dipanggil untuk memasuki ruangan, pria beranak satu ini terkejut karena melihat kursinya telah ditempati. Rupanya, orang yang menempati kursi itu tak lain adalah sang istri. Penghargaan kali itu memang berbeda dari sebelumnya. ISS memberi kejutan dengan mendatangkan keluarga saat penganugerahan The Best Employee. Zulham pun senang bukan main karena orang yang dicintainya akan melihat secara langsung saat ia menerima penghargaan.

“Setiba saya di sana saya melihat bahwa istri saya hadir di acara tersebut saya sampai mengeluarkan air mata. Kata istri, pas saya berangkat ada teman saya menjemput istri disuruh pakai batik. Istri sampai pinjam batik tetangga karena tidak punya batik yang bagus. Saya berterimakasih sekali kepada ISS yang telah membawa kebahagiaan pada saya dan keluarga saya tercinta,” ungkap Zulham terharu.

Ketika ditanya apa yang menginspirasi Zulham dalam bekerja sehingga ia berhasil menjadi salah satu The Best Employee. “Ibu,” jawab Zulham, suaranya mulai berat. Bagi pria yang mengagumi sosok Yusuf Mansur ini, sang ibu adalah motivatornya. “Saat diberi amanah, kerjakan sebaik-baiknya,” pesan itulah yang selalu melekat di hati Zulham.

Ibu adalah sosok yang sangat dekat di hati Zulham. Baginya, ibu adalah wanita yang berjasa, yang telah melahirkan, membesarkan, dan menafkahinya. Sejak kecil, Zulham jarang mendapat kasih sayangnya secara langsung karena ibunya harus mencari nafkah di salah satu negara di Timur Tengah. Ya, sang ibu juga merangkap sebagai tulang punggung keluarga.

“Dari kelas 3 SD sampai 3 SMA saya sering ditinggal ibu dan pulang paling sebulan. Kata ibu, beliau ga butuh apa-apa dari saya. Apa yang saya dapatkan untuk istri dan anak. Ibu cuma minta satu hal, perhatian untuknya. Dan yang pasti, Ibu ingin saya sukses. Beliau ingin saya membuktikan kalau hasil merantaunya dulu tidak sia-sia,” ungkapnya sambil merenung, mengingat wajah sang Ibu yang kini menetap di kampung halamannya di Majalengka.

Oleh karena itu, Zulham pun semakin terpacu dalam mengejar karir di ISS.  “Semoga saya menjadi seorang Team Leader yang bisa membawa perubahan. Karir saya maju. Target saya bisa menjadi Supervisor dalam waktu 2 tahun. Sekarang saya masih acting Team Leader. Minta doanya supaya bisa lulus,” tuturnya penuh percaya diri. Amin


0 Komentar