BIMA yang Konsisten Dalam Proses dan Hasil Jumat, 03 November 2017

BIMA yang Konsisten Dalam Proses dan Hasil Image © ISS Indonesia.

Siang itu di area parkir sebuah gedung perkantoran di kawasan Jakarta Barat, tampak pintu sebuah mobil sedikit terbuka. Mungkin pemilik mobil tersebut sedang tergesa-gesa sehingga lupa mengunci pintu tersebut. “Saya tungguin mobil itu karena ada barang-barang berharga di dalamnya,” kenang Faozi atas pengalaman berharga yang ia alami pada 2015 silam. Pemilik mobil kemudian menyampaikan rasa terima kasih seraya menyodorkan sejumlah uang. Namun pemilik nama lengkap Ahmad Faozi ini menolak dengan halus. “Klien itu kemudian mengirimi saya kartu ucapan terima kasih serta mengirim email ke Head Office,” papar Team Leader dan pengagum  Ir. Soekarno ini.

Faozi mengenal dunia perparkiran saat bekerja di sebuah perusahaan yang berlokasi di kawasan Mangga Dua, Jakarta Barat. Sembilan tahun kemudian Faozi memutuskan menerima pinangan ISS Indonesia untuk bergabung. “ISS Indonesia lebih peduli dengan karyawan. Buktinya, kami dibekali fasilitas BPJS yang juga ditanggung perusahaan, serta hak-hak kami yang lain sebagai karyawan juga dipenuhi, ada kesempatan berkarier juga,” ujar pria lulusan Teknik Mesin Industri di sebuah SMK di Tegal ini.

Suami dari Lusia Iswanti ini mengaku bahwa keberhasilan yang ia capai saat ini tidak terlepas dari inspirasi seseorang yang ia kenal baik. Dialah, Hengki Putra, Team Leader Parking di RS Fatmawati. “Awal mulanya, Pak Hengki merantau ke Jakarta sendirian, tidak punya siapa-siapa. Sekarang dia sukses dan ambil kuliah pula,” ujar penggemar Soto Ayam Lamongan dan es teh manis ini dengan nada kagum.

Pria berlesung pipit ini terus berupaya memegang teguh prinsip hidupnya untuk tetap bekerja dengan jujur dan mau berusaha. Upaya itu diujudkan dengan berinisiatif membuat laporan bulanan bersama-sama atasannya.

“Sungguh saya amat bersyukur dan berterima kasih kepada ISS Indonesia yang telah melihat kerja keras saya,” ujar Faozi saat mengekspresikan perasaannya kala menerima PIN BIMA pada Agustus 2017 silam. Untuk itu, tidaklah berlebihan jika pria yang memiliki tinggi badan 170 cm ini meletakkan harapan kehidupan dirinya beserta keluarga kepada ISS Indonesia.

Seiring sinar mentari yang mulai meredakan pancarannya di antara pepohonan, Faozi pun mulai mempersiapkan diri mengakhiri kerja hari itu untuk bertemu kembali dengan keluarga yang ia cintai. Di sisi lain, seiring semangat kerja yang tiada kunjung padam, ia menyandarkan hasrat akan kemajuan perusahaan yang berkelanjutan.  Satu hal yang ia yakini bahwa pertumbuhan ISS Indonesia terutama bidang perparkiran adalah juga pertumbuhan bagi dirinya bersama tim. Kuncinya terletak pada sikap mau bekerja keras dan konsisten, baik dalam proses maupun pencapaian hasilnya. Semangat terus, Faozi!


0 Komentar
Artikel Terkait
Belajar dari Tantangan dan Pengalaman
Senin, 14 Oktober 2019

Belajar dari Tantangan dan Pengalaman

Pantang Pulang Sebelum Padam
Minggu, 08 April 2018

Pantang Pulang Sebelum Padam

Bapak, Sosok Inspiratorku
Senin, 18 September 2017

Bapak, Sosok Inspiratorku