Jadikan Teguran Sebagai Pembelajaran Selasa, 06 November 2018

Jadikan Teguran Sebagai Pembelajaran Image © ISS Indonesia.

Sebagai sulung dari empat bersaudara, Fiqih merasa terpanggil untuk membantu perekonomian keluarga selepas dari sekolah menengah atas pada 2015 silam. “Waktu lulus, saya mulai cari kerja lewat google. Muncul nama ISS Indonesia. Setelah baca-baca, langsung saya ngelamar di Anex Grogol waktu itu,” ujar penggemar musisi Ed Sheeran dan Keris Patih ini.

Apa gerangan yang membuat Fiqih begitu yakin untuk bergabung dengan ISS? “ Di ISS ada potensi untuk pengembangan karir dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Saya tanya-tanya tentang ini dengan teman-teman yang bekerja diperusahaan lain.  ISS juga mengajari saya cara displin waktu dan tahap-tahap bekerja dalam bidang pelayanan,” papar Fiqih. 

Memasuki tahun ketiga pengabdiannya bersama ISS indonesia, Fiqih semakin menyadari bahwa kesungguhan dalam bekerja bukan sekadar untuk menyenangkan klien, tetapi juga wujud tanggung jawab dari setiap kepercayaan yang diembannya. “Saya sempat down waktu klien bilang kerja saya kurang detail. Lalu saya pikir teguran itu sebagai pelajaran untuk ke depan, jangan ngeliat  ke belakang lagi,” kenang Fiqih.

Saat  kejujuran dan kedisiplinan ditempatkan pada posisi utama dalam bekerja, maka sebuah apresiasi akan datang mengiringinya. Hal ini terbukti pada Fiqih, ketika selama tiga bulan berturut-turut – Desember 2017, Januari dan Februari 2018 - ia mendapat penghargaan dari manajemen Lippo Mall Puri atas kejujurannya dalam bekerja. “Saya senang dan bangga dengan apa yang klien lakukan di sini. Sama seperti ISS, di mana kejujuran dan kedisiplinan benar-benar dihargai,” ujar Fiqih dengan bangga.

Meski dalam kesehariannya senantiasa disibukkan sebagai seorang cleaner, namun penggemar makanan pedas ini tidak pernah mengubur cita-citanya untuk bisa duduk di bangku kuliah. Seiring pula dengan tekadnya untuk bisa dipromosikan sebagai seorang supervisor, Fiqih menetapkan tahun 2019/2020 sebagai target pencapaian kedua cita-citanya tersebut.

Kini, sebuah pin Punakawan telah disematkan di kerah bajunya. Pin itu sekaligus mengingatkan Fiqih agar konsisten dalam hal kejujuran, disiplin waktu serta terus meningkatkan kompetensi diri dan menjadi panutan bagi semua rekan kerja di mana pun dia ditempatkan nanti.


0 Komentar