Dorongan Semangat Menjadi Seorang Pemimpin Jumat, 19 Februari 2021

Dorongan Semangat Menjadi Seorang Pemimpin Image © ISS Indonesia.

Menjalani profesi sebagai seorang security memang bukanlah hal yang terbayangkan bagi Firmansyah. Namun semangat dan pengalamannya yang telah melakoni beragam pekerjaan sejak kecil, menjadi pemacu semangat untuk ia mau mencoba dan menerima tantangan lewat pekerjaan sebagai petugas keamanan di ISS Indonesia sejak tahun 2007 lalu.

Gigih Bekerja Sedari Kecil

Berawal dari keinginannya membantu orang tua sekaligus menambah biaya untuk keperluan sekolah, Firman yang kala itu masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), ikut sang kakak untuk berjualan menjajakan koran di sekitar perumahan warga. Dari pekerjaannya itu, Firman bersyukur bisa bertemu seorang pelanggan yang sesekali memberikan biaya sekolah kepadanya.

Kegigihan Firman sewaktu kecil untuk bekerja, tidak hanya sampai di situ, karena ia mau bekerja sebagai penarik odong-odong. Pekerjaan itu ia lakoni dari masih sekolah di tingkat Sekolah Teknik Menengah (STM), hingga lulus dan mendapatkan pekerjaan tetap.

Adalah dorongan dari seorang kakaknya membuat pria kelahiran 35 tahun yang lalu ini mau mencoba melamar sebagai seorang security. Padahal, ia sempat punya keraguan akan kemampuannya untuk bisa menjalani profesi ini. Anak terakhir dari tujuh bersaudara ini kemudian berhasil mengalahkan keraguannya, bahkan membuktikan kemampuannya di bidang jasa tenaga pengamanan karena kemampuan dan kegigihannya.

Pantang Menyerah dari Kegagalan

Waktu itu di tahun 2007, Firman diterima bekerja dan mengikuti pelatihan Gada Pratama, yaitu pelatihan dasar Satuan Pengamanan bagi calon anggota yang belum pernah mengikuti pelatihan di bidang Satuan Pengamanan. Setelah lulus dari pelatihan tersebut, sejumlah area perkantoran menjadi tempat penugasannya di masa-masa awal ia bekerja. Di sinilah ia memetik hikmah dari berbagai pengalamannya memberikan pelayanan, juga pengembangan kemampuannya dalam menjalani profesi, hingga mendapat kepercayaan untuk dapat menjadi seorang pemimpin.

“Beberapa kali saat saya menjadi anggota, saya ikut pelatihan untuk jadi leader. Tapi sampai 3 kali coba, saya selalu gagal. Di situ saya berpikir ya, apa yang membuat saya tuh gagal, saya harus tahu. Karena orang gagal kan, pasti ada sesuatu yang tertunda,” ujar Firman.

Bukannya turun semangatn, Firman justru semakin terpacu untuk terus belajar dan belajar, baik itu dari segi pengalamannya di area maupun berbagai materi tentang Satuan Pengamanan yang harus ia kuasai untuk dapat lolos ujian ke level pengawas. Dorongan dari sang istri yang saat itu juga bekerja di perusahaan yang sama dengannya, kian memacu semangat Firman. 

“Istri selalu kasih semangat saya, bahwa saya pasti mampu untuk jadi seorang leader. Dan kesempatan berkarier di ISS juga ada kalau kita ada kemauan dan usaha. Masa iya, mau jadi anggota terus,” kenang Firman akan semangat yang diberikan oleh sang Istri kala itu.

Kegagalan yang pernah Firman hadapi, ia balikkan dengan kepercayaan demi kepercayaan dari orang-orang di sekelilingnya yang semakin Firman dapatkan. Terbukti dengan pencapaiannya untuk lolos ujian menjadi team leader security di tahun 2013, hingga saat ini mengalami pengembangan kariernya sebagai Supervisor Security Guard Pondok Indah Mall 1.

Memimpin dengan Kejujuran dan Menjadi Contoh

Sosok sebagai pemimpin terus Firman asah melalui beragam pelatihan yang ia ikuti, serta pemberian pelatihan kepada anggotanya di area bekerja. Apa yang ia dapatkan, sebisa mungkin juga diberikan ke tim yang dipimpinnya agar mereka dapat sama-sama berkembang dalam melakukan pekerjaan di area.

Kerajinan, konsisten, kepedulian, dan kejujuran selalu menjadi prinsip Firman. Hal itu tak hanya ia terapkan kepada dirinya sendiri, tapi juga kepada 50 anggota tim security yang ia pimpin. “Saya selalu bilang dan terapkan ke anggota saya, bahwa kita itu kerja harus bisa nikmatin pekerjaan kita ini. Ya bagaimana salah satunya juga dengan menjaga kejujuran dalam bekerja,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan sebagai seorang pemimpin juga ditandai dengan kinerja dari para anggotanya yang mampu menciptakan pelayanan terbaik dan memberikan kepuasan bagi pelanggan ataupun klien. “Saya lebih senang kalau tim saya yang menerima apresiasi atau reward juga. Itu tandanya, apa yang kita sampaikan bisa diterapkan sama mereka. Itu yang membuat saya justru lebih senang dan bangga,” ujar Firman.

Sosok kepemimpinan Firman juga dipandang dapat menjadi role model atau contoh bagi bawahannya. Firman kerap melakukan evaluasi dan berbagi cerita bersama tentang pekerjaan yang sudah ia dan timnya lakukan sehari-hari.

Hal ini pun dikemukakan oleh seorang anggota tim security area Pondok Indah Mall 1, Okto Lamardo Sihotang, yang merasakan langsung kepemimpinan Firman. Okto mengatakan, “Sosok Pak Firman yang tegas dan bijaksana dalam membimbing bagi anggota-anggotanya. Ia selalu mengkomunikasikan segala hal terkait pekerjaan, juga kejujuran yang harus selalu tim lakukan di area. Dan tak hanya mengingatkan, juga dengan pemberian contohnya harus seperti apa,” ujarnya.

Sementara itu, Site Head Specialized Services PIM Kompleks, Eko Rustono, mengatakan, “Pak Firman adalah pengawas yang cerdas, responnya cepat. Jika ada suatu masalah atau kejadian di area, ia mampu menganalisa dan melakukan tahap-tahap perbaikan supaya masalah tersebut cepat selesai dan tidak terulang kembali,” ungkapnya.

Hal tersebut terbukti saat ada kejadian pencurian di area. Kesigapan Firman dan timnya dalam menganalisa kejadian, didukung dengan kerja sama yang dibangun oleh tim ISS Indonesia, membuat sistem pengamanan dan komunikasi dapat berjalan dengan baik sehingga pelaku berhasil tertangkap.

Kejadian itulah yang menjadi salah satu apresiasi dari klien kepada tim ISS Indonesia di area Pondok Indah Mall, termasuk Firman, yang saat itu in charge dalam penugasan. Menurut Firman, setiap kejadian yang ia temukan di area menjadi pembelajaran bagi dirinya bagaimana untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Buah Dedikasi dan Harapan di Masa Depan

Tanpa terasa, 14 tahun lamanya sudah Firman menjalani profesi di bidang layanan jasa keamanan bersama ISS Indonesia. Beragam penghargaan pun telah ia dapatkan dari perusahaan penyedia layanan jasa dan manajemen fasilitas terkemuka di Indonesia ini, seperti penghargaan sebagai Bima Club dalam The Best Employee Awards pada tahun 2019 lalu.

Lewat kinerja dan konsistensi yang ingin terus ia buktikan, Firman mengatakan, “Harapan saya ke depannya, kalau masih ada kesempatan, saya ingin terus berkarier di ISS dan ingin melanjutkan kuliah lagi. Karena kalau saya ingin berkembang, maka saya harus melatih pengetahuan saya juga, salah satunya dengan melanjutkan pendidikan saya,” pungkas Firman penuh harapan.***


0 Komentar